<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>PIP PKS Belanda</title>
	<atom:link href="http://pk-sejahtera.nl/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pk-sejahtera.nl</link>
	<description>Kami hadir untuk anda yang berada  di Belanda</description>
	<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 10:56:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Berdakwah dengan bahasa hati</title>
		<link>http://pk-sejahtera.nl/berdakwah-dengan-bahasa-hati/</link>
		<comments>http://pk-sejahtera.nl/berdakwah-dengan-bahasa-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 10:56:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[bahasa]]></category>

		<category><![CDATA[berdakwah]]></category>

		<category><![CDATA[hati]]></category>

		<category><![CDATA[nasehat]]></category>

		<category><![CDATA[tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pk-sejahtera.nl/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Terkadang kita terjebak pada keangkuhan intelektual kita dalam  menyampaikan dakwah ini. Seolah-olah obyek dakwah yang kita dakwahi akan  terpesona dan mengikuti dakwah ini berdasar ribuan argumentasi yg kita  kemukakan. Padahal sejatinya dakwah ini adalah menyentuh hati, karena di  hati inilah nanti hidayah Allah  akan dicurahkan sehingga dia akan turut serta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terkadang kita terjebak pada keangkuhan intelektual kita dalam  menyampaikan dakwah ini. Seolah-olah obyek dakwah yang kita dakwahi akan  terpesona dan mengikuti dakwah ini berdasar ribuan argumentasi yg kita  kemukakan. Padahal sejatinya dakwah ini adalah menyentuh hati, karena di  hati inilah nanti hidayah Allah  akan dicurahkan sehingga dia akan turut serta bersama lingkaran dakwah  ini. Oleh sebab itu Allah me&#8221;ralat&#8221; do’a nabi Ibrahim dalam surat Al  Baqarah yg mengedepankan tu’alimunal kitab dari pada tuzakkihim, Allah  meluruskan dalam surat Al-Jumu’ah dengan terlebih dahulu mengedepankan  Tuzakkihim baru tu’alimunal kitab. Dari sini kita bisa ambil hikmahnya  betapa sentuhan hati itu lebih utama dari pada transfer pengetahuan,  sebab kalo hati masih tertutup maka pengetahuan dan argumentasi sehebat  apapun jadi nihil atau bahkan jadi bumerang yg membuat mereka semakin  jauh. Alih-alih dia ingin dekat <span class="hilite">dengan</span> kita  malah dia semakin jauh karena sikap kita. <span id="more-463"></span></p>
<div>Ikhwani fillah, kadang yang terlihat secara kasat  mata, dia berseberangan secara pemikiran bahkan ideologi dengan kita,  namun dengan mata hati kita bisa melihat betapa dekatnya kita dengan  obyek dakwah kita. Tak ada bahasa apapun di dunia ini yang bisa  mengalahkan bahasa kasih sayang dan cinta kasih. Hati mana yg tidak  luluh oleh ketulusan <span class="hilite">cinta</span> dan kasih sayang  yg kita siramkan di hati obyek dakwah kita setiap hari. Meskipun awalnya  dia begitu membenci dan memusuhi kita, tidak mustahil batu yg begitu  keras akan lunak juga oleh tetesan air setiap hari. Mungkin masih segar  di ingatan kita tentang sirah Rasul yg dengan bahasa kasihnya  menyebabkan seorang kafir Quraisy yg tiap hari melempari kotoran ke  tubuh beliau akhirnya masuk Islam, hanya karena rasulullah menjenguk dia  tatkala sakit. Itulah bahasa kasih, yg tak perlu logika dan  argumentasi, yg tak butuh ribuan dalil dan ratusan hujjah. Demikianlah  kekuatan hati, kekuatan yg bisa menembus relung yg tak bisa dijangkau  kekuatan manapun di dunia ini <span class="hilite">dengan</span> izin  Allah SWT. Asy-Syahid Sayyid Qutb  telah menunjukkan bukti tentang kekuatan ini, sebelum beliau syahid di  tiang gantungan, beliau sempatkan <span class="hilite">berdakwah</span> lewat hati <span class="hilite">dengan</span> sebuah senyuman pada sang  Jagal. Yang akhirnya sang Jagal menerima dakwah ini hanya karena begitu  sulit melupakan senyuman manis dari sang Syahid Sayyid  Qutb. Senyuman yg berasal dari hati yg paling dalam yg berhulu pada  mata air <span class="hilite">cinta</span> kasih kepada sesama insan  yang ditaburi oleh nur Ilahi sehingga akhirnya mampu bermuara pada hati  yg kering dan tandus yg butuh air kasih dan hujan nur Ilahi.</div>
<div></div>
<div>Ikhwani fillah, masing-masing kita punya hati, yg  dibekali Allah untuk menemukan hati-hati lain yang menunggu siraman  kasih dan curahan cinta Ilahi dari hati kita. Maka marilah kita berikan  hati kita untuk kita curahkan <span class="hilite">cinta</span> kita,  perhatian kita, kasih sayang kita pada mereka obyek dakwah kita,  sehingga kita seperti gambaran Allah dalam surat Ibrahim ayat 14:<br />
&#8221;  …Seperti pohon yg akarnya menghujam ke bumi dan cabangnya menjulang ke  langit, yang memberi buah bagi orang yg lewat disekitarnya, dan  menyenangkan bagi orang yg memandang dan berteduh dibawahnya……&#8221;</div>
<div></div>
<div>Source :salahsatu blog penulis Hadhi MA</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pk-sejahtera.nl/berdakwah-dengan-bahasa-hati/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PKS Anggap Kasus Misbakhun Urusan Pribadi</title>
		<link>http://pk-sejahtera.nl/pks-anggap-kasus-misbakhun-urusan-pribadi/</link>
		<comments>http://pk-sejahtera.nl/pks-anggap-kasus-misbakhun-urusan-pribadi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 10:50:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aktual]]></category>

		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[bersih]]></category>

		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<category><![CDATA[lc]]></category>

		<category><![CDATA[misbakun]]></category>

		<category><![CDATA[pks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pk-sejahtera.nl/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta. -  Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaq mengatakan kasus letter  of credit (L/C) Century yang melibatkan salah seorang  kadernya, Mukhammad Misbakhun, bukan urusan partai. &#8220;Itu urusan  pribadi,&#8221; katanya melalui pesan pendek kepada Tempo kemarin. Karena itu, ia enggan mengomentari lebih lanjut kasus penerbitan L/C  yang dinilai Badan Pemeriksa Keuangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta. -  Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaq mengatakan kasus <em>letter  of credit<em> </em></em>(L/C) Century yang melibatkan salah seorang  kadernya, Mukhammad Misbakhun, bukan urusan partai. &#8220;Itu urusan  pribadi,&#8221; katanya melalui pesan pendek kepada Tempo kemarin. <span id="more-460"></span>Karena itu, ia enggan mengomentari lebih lanjut kasus penerbitan L/C  yang dinilai Badan Pemeriksa Keuangan penuh kejanggalan tersebut. &#8220;Dewan  Pimpinan Pusat (PKS) tidak turut campur atau mencampuradukkannya,&#8221; ujar  Luthfi menutup pesannya.</p>
<p>Misbakhun adalah pemilik 90 persen  saham PT Selalang Prima Internasional, yang mendapat fasilitas L/C dari  Bank Century. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari PKS ini pun menolak  berkomentar.</p>
<p>&#8220;Saya cuma komisaris operasional, perusahaan  sehari-hari dijalankan oleh direksi,&#8221; kata Misbakhun melalui pesan  pendek beberapa waktu lalu. &#8220;Masalah L/C tolong ditanyakan ke Bank  Mutiara (nama baru Bank Century), karena L/C adalah dokumen yang dibuat  oleh bank.&#8221;</p>
<p>Mahfudz Siddik, Wakil Ketua Panitia Angket Bank  Century dari Fraksi PKS, tidak menyangkal audit BPK yang menyatakan ada  kejanggalan dalam pemberian fasilitas L/C bernilai US$ 22,5 juta itu.  &#8220;Bahwa itu masuk di audit BPK, ya, kami tidak persoalkan,&#8221; katanya dalam  sebuah kesempatan. &#8220;Makanya perlu ditelusuri.&#8221;</p>
<p>Menurut Mahfudz,  Misbakhun telah mengklarifikasi kasus tersebut kepada PKS dengan  menyampaikan bukti-bukti hukumnya. Di samping itu, PKS telah mendapatkan  penjelasan dari Bank Mutiara. &#8220;Ternyata clear,&#8221; kata Mahfudz.</p>
<p>Dalam  salinan klarifikasi yang beredar di kalangan internal PKS, Misbakhun  memaparkan profil dan usaha PT Selalang selama ini. Disebutkan, sejak  2007 PT Selalang, yang bergerak di bidang perdagangan umum (trading  company), aktif dalam jual-beli kondensat (bahan bijih plastik).</p>
<p>Adapun  soal L/C dari Century, Misbakhun menjelaskan, L/C tersebut bukan  fiktif, melainkan gagal bayar. Penyebabnya, perusahaan pembeli kondensat  yang diimpor PT Selalang, Kellet Investment Inc, gagal membayar  kewajibannya kepada PT Selalang. Atas kejadian itu, PT Selalang pun  telah mengajukan restrukturisasi utang L/C yang jatuh tempo kepada Bank  Century.</p>
<p>Source : Tempointeraktif.com,08/03/2010</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pk-sejahtera.nl/pks-anggap-kasus-misbakhun-urusan-pribadi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>19 Anggota PDIP - DPR Saat Terima Cek &#8216;Suap&#8217;</title>
		<link>http://pk-sejahtera.nl/19-anggota-pdip-dpr-saat-terima-cek-suap/</link>
		<comments>http://pk-sejahtera.nl/19-anggota-pdip-dpr-saat-terima-cek-suap/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Mar 2010 10:42:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[Bank]]></category>

		<category><![CDATA[belanda]]></category>

		<category><![CDATA[indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<category><![CDATA[PDIP]]></category>

		<category><![CDATA[pks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pk-sejahtera.nl/?p=457</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta. 19 Nama anggota Komisi IX DPR dari PDIP periode 1999-2004 menerima  aliran dana sebagai konsekuensi pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS)  Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom. Jumlah itu diberikan dalam bentuk  traveller&#8217;s cheque senilai total Rp 9,8 miliar.
Hal itu terungkap dalam dakwaan anggota DPR dari PDIP Dudhie Makmun  Murod dalam sidang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright" title="korupsi" src="http://blogberita.net/wp-content/uploads/2009/06/korupsi-anti-versi-a-mild.jpg" alt="" width="278" height="237" />Jakarta. 19 Nama anggota Komisi IX DPR dari PDIP periode 1999-2004 menerima  aliran dana sebagai konsekuensi pemilihan Deputi Gubernur Senior (DGS)  Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom. Jumlah itu diberikan dalam bentuk  traveller&#8217;s cheque senilai total Rp 9,8 miliar.</p>
<p>Hal itu terungkap dalam dakwaan anggota DPR dari PDIP Dudhie Makmun  Murod dalam sidang kasus penerimaan traveller&#8217;s cheque sebesar Rp 500  juta dalam pemilihan DGS Miranda Swaray Goeltom.<span id="more-457"></span></p>
<p>Pembacaan dakwaan dilakukan oleh Ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) M  Roem di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (8/3).  &#8220;Setelah Miranda terpilih sebagai DGS BI, koordinator pemenangan Panda  Nababan menghubungi terdakwa Dudhie untuk selanjutnya diarahkan  mengambil traveller&#8217;s cheque senilai Rp 9,8 miliar yang dibungkus amplop  coklat yang diberi label merah,&#8221; kata M Roem.</p>
<p>&#8220;Traveller&#8217;s cheque  itu diserahkan oleh Ahmad Hakim Safari, anggota DPR dari FPDIP kepada  Dudhie. Traveller&#8217;s cheque tersebut didapat Ahmad Hakim Safari dari  Nunung Nurbaeti. Traveller&#8217;s cheque itu diserahkan Juni 2004 di Restoran  Bebek Bali Taman Ria Senayan,&#8221; lanjut M Roem.</p>
<p>Rincian anggota DPR  yang menerima pembagian Rp 9,8 miliar dalam bentuk traveller&#8217;s cheque:</p>
<p>1.  Dudhie Makmun Murod Rp 500 juta<br />
2. Williem M Tutuarima Rp 600 juta<br />
3.  Susanto Pranoto Rp 500 juta<br />
4. Agus Condro Prayitno Rp 500 juta<br />
5.  Muh. Iqbal Rp 500 juta<br />
6. Budiningsih Rp 500 juta<br />
7. Poltak  Sitorus Rp 500 juta<br />
8. Aberson M Sihaloho Rp 500 juta<br />
9. Rusman  Lumban Toruan Rp 500 juta<br />
10. Max Moein Rp 500 juta<br />
11. Jeffrey  Tongas Lumban Batu Rp 500 juta<br />
12. Matheos Pormes Rp 350 juta<br />
13.  Engelina A Pattiasina Rp 500 juta<br />
14. Suratal HW Rp 500 juta<br />
15.  Ni Luh Mariani Tirtasari Rp 500 juta<br />
16. Soewarno Rp 500 juta<br />
17.  Panda Nababan Rp 1,45 miliar<br />
18. Sukardjo Hardjosoewirjo Rp 200 juta<br />
19.  Izedrik Emir Moeis Rp 200 juta</p>
<p>Sebagaimana diketahui, kasus  &#8216;Miranda&#8217; tersebut berawal dari adanya pengakuan mantan anggota DPR RI  dari Fraksi PDIP Agus Tjondro Prayitno yang menerima uang dalam bentuk  Traveler Cheque (TC) sebesar Rp 500 juta. Duit itu Agus terima setelah  Miranda Goeltom terpilih menjadi Deputi Gubernur Senior BI. KPK telah  menetapkan empat tersangka dalam kasus tersebut yaitu Dudhie Makmun  Murod (PDIP), Endin Soefihara (PPP), Hamka Yamdhu (Golkar) dan Udju  Juhaeri (TNI/Polri). Keempat tersangka ini adalah mantan anggota Komisi  IX (bidang Keuangan dan Perbankan) DPR RI periode 1999-2004.</p>
<p>Keempat  tersangka itu diduga melanggar ketentuan dalam Pasal 5 atau Pasal 11  atai Pasal 12b Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Akibat  tindakan mereka, negara diduga dirugikan hingga Rp 24 miliar. Kasus  bermula saat Agus Condro mengaku telah menerima 10 lembar cek  perjalanan, masing-masing Rp 50 juta. Cek itu dibagikan sesaat setelah  pemilihan Deputi Gubernur Senior BI yang dimenangkan  Miranda Swaray  Goeltom.</p>
<p>Penyidik menduga masing-masing tersangka menerima Rp 500  juta. &#8220;Ada alat bukti berupa cek perjalanan dan pengakuan saksi,&#8221; jelas  Wakil ketua KPK M Jasin beberapa waktu lalu. Dalam pengusutan kasus ini,  KPK telah menerima data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi  Keuangan tentang sekitar 400 cek perjalanan serupa yang diduga beredar  di sekitar pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. Selama pengusutan kasus  tersebut, KPK sudah menerima pengembalian uang dari sejumlah mantan  anggota DPR tersebut, diantaranya Dudhie Makmum Murod yang mengembalikan  Rp 500 juta pada 15 Oktober 2008.</p>
<p>Inilah daftar anggota Komisi IX  DPR saat itu yang diduga menerima aliran dana Bank Indonesia. Data  disampaikan Presiden Lumbung Infomasi Rakyat (LIRA) Jusuf Rizal di  Jakarta berdasarkan kesaksian Hamka Yandhu di Pengadilan Tipikor 28 Juli  2008.</p>
<p>Berikut nama ke-52 anggota DPR yang diduga menerima aliran  dana Bank Indonesia.</p>
<table style="border-collapse: collapse; height: 1144px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="587">
<tbody>
<tr style="height: 15pt;" height="20">
<td class="xl65" style="width: 19pt; height: 15pt; background-color: transparent; border: 0.5pt solid windowtext;" width="25" height="20" align="center"><strong><span style="font-family: Calibri;">No</span></strong></td>
<td class="xl65" style="width: 302pt; background-color: transparent;" width="402" align="center"><strong><span style="font-family: Calibri;">Nama</span></strong></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><strong><span style="font-family: Calibri;">Fraksi</span></strong></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113" align="center"><strong><span style="font-family: Calibri;">Uang  Diterima</span></strong></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl65" style="width: 19pt; height: 15.75pt; background-color: transparent;" width="25" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">1</span></td>
<td class="xl65" style="width: 302pt; background-color: transparent;" width="402"><span style="font-family: Calibri;">Ir. Emis Moeis </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;"> Rp 300 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 18pt;" height="24">
<td class="xl65" style="width: 19pt; height: 18pt; background-color: transparent;" width="25" height="24" align="center"><span style="font-family: Calibri;">2</span></td>
<td class="xl65" style="width: 302pt; background-color: transparent;" width="402"><span style="font-family: Calibri;">H.M Pasca Suzetta</span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;"> Rp 1 miliar</span></td>
</tr>
<tr style="height: 18pt;" height="24">
<td class="xl65" style="width: 19pt; height: 18pt; background-color: transparent;" width="25" height="24" align="center"><span style="font-family: Calibri;">3</span></td>
<td class="xl65" style="width: 302pt; background-color: transparent;" width="402"><span style="font-family: Calibri;">H. Faisal Baasir</span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PPP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;"> belum diketahui</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">4</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.  Ali Maskur Musa<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PKB</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 300 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">5</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.  T.M Nurlif</td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">6</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.Baharuddin Aritonang<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">7</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.  Antony ZA</td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">belum diketahui</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">8</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Ir. Achmad Hafiz Zamawi<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">9</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">H. Asep  Ruchimat Sudjana<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">10</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Bobby  S.H Suhardiman<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">11</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">H.  Azhar Muchlis<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">12</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">H.  Abdullah Zaine</td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">13</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Martin  Bria Seran<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">14</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">H.  Hamka Yandhu<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl66" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;"><span style="font-family: Calibri;">Rp 500 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">15</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.  Henky Baramuli<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">16</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Reza  Kamarulah<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">Golkar</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">17</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Max  Moein<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">18</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.  Poltak Sitorus</td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">19</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Aberson  M. Silaloho<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">20</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Dr.  Sukowaluyo<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">21</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Tjandra  Wijaya<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">22</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Zulfan  Lindan<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">23</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Dipl.  Oek. Englina Pattiasina<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">24</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Williem  Tutuarima<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">25</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.  Sutanto Pranoto<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">26</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Sukono<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">27</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Matheos  Pormes<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 300 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">28</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Daniel  Budi Setiawan<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">29</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Agus  Condro Prayitno<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">30</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Dudie  Murod<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PDIP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">31</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">H.  Sofyan Usman<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PPP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">32</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.  Endin AJ Soefihara<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PPP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">33</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">H. Urai  Faisal Hamid<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PPP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">34</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Habil  Marati<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PPP</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">35</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Danial  Tanjung<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PPP</span></td>
<td class="xl66" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;"><span style="font-family: Calibri;">Rp 500 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">36</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.H.  Aly As&#8217;ad<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PKB</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">37</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">H. Aris  Azri Siagian<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PKB</span></td>
<td class="xl66" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;"><span style="font-family: Calibri;">Rp 25 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">38</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">HM.  Mukhtar Noerjaya<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PKB</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">39</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs. H.  Amin Said Husni<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PKB</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">40</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">H. Amru  Al Mu&#8217;tashim<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">PKB</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 400 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 20.25pt;" height="27">
<td class="xl66" style="height: 20.25pt; background-color: transparent;" height="27" align="center"><span style="font-family: Calibri;">41</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.  Hakam Naja<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">F-Reformasi</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">42</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Tubagus  Soemandjaja SD<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">F-Reformasi</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">43</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Herman  L. Datuk Rangkayo B<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">F-Reformasi</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">44</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs. H.  Munawar Soleh<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">F-Reformasi</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">45</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Rizal  Djalil<span> </span></td>
<td class="xl65" style="width: 73pt; background-color: transparent;" width="97" align="center"><span style="font-family: Calibri;">F-Reformasi</span></td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">46</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">R.  Sulistyadi<span> </span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;" align="center">F-TNI/POLRI</td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">47</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Suyitno<span> </span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;" align="center">F-TNI/POLRI</td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">48</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.  Udju Djuhaeri<span> </span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;" align="center">F-TNI/POLRI</td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">49</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs. Darsup Yusuf<span> </span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;" align="center">F-TNI/POLRI</td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">50</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.  Hamid Mappa<span> </span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;" align="center">F- KKI</td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">51</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">HMS.  Kaban<span> </span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;" align="center">PBB</td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 300 juta</span></td>
</tr>
<tr style="height: 15.75pt;" height="21">
<td class="xl66" style="height: 15.75pt; background-color: transparent;" height="21" align="center"><span style="font-family: Calibri;">52</span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;">Drs.  Abdullah Al Wahdi<span> </span></td>
<td class="xl67" style="background-color: transparent; border-color: windowtext;" align="center">PDU</td>
<td class="xl65" style="width: 85pt; background-color: transparent;" width="113"><span style="font-family: Calibri;">Rp 250 juta</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pk-sejahtera.nl/19-anggota-pdip-dpr-saat-terima-cek-suap/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Demokrasi Itu Bak Pakaian</title>
		<link>http://pk-sejahtera.nl/demokrasi-itu-bak-pakaian/</link>
		<comments>http://pk-sejahtera.nl/demokrasi-itu-bak-pakaian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 13:29:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[bersihar]]></category>

		<category><![CDATA[century]]></category>

		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>

		<category><![CDATA[koalisi]]></category>

		<category><![CDATA[lubis]]></category>

		<category><![CDATA[SBY]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pk-sejahtera.nl/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[PRESIDEN Yudhoyono alias SBY akan mengadu kepada rakyat. Maklum, lebih  60 persen rakyat yang memilih SBY pada Pilpres 2009 lalu. Rakyat memang  benteng terakhir dari demokrasi. Kekuasaan apapun di negeri demo-krasi  ini berasal dari rakyat, untuk rakyat dan demi rakyat.Setelah presiden berbicara, biasanya disusul rakyat yang telah memberi  mandat kepada presiden [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PRESIDEN Yudhoyono alias SBY akan mengadu kepada rakyat. Maklum, lebih  60 persen rakyat yang memilih SBY pada Pilpres 2009 lalu. Rakyat memang  benteng terakhir dari demokrasi. Kekuasaan apapun di negeri demo-krasi  ini berasal dari rakyat, untuk rakyat dan demi rakyat.<span id="more-455"></span>Setelah presiden berbicara, biasanya disusul rakyat yang telah memberi  mandat kepada presiden pula yang berbicara. Apa kata rakyat, kira-kira?  Atau tindakan apa gerangan yang dilakukan oleh rakyat? Akan kita bahas  di bagian akhir dari tulisan ini.</p>
<p>Kehendak presiden berpidato kepada segenap rakyat itu muncul setelah  berseberangannya pendapat akhir berbagai fraksi di Pansus Bank Century.  Ada dua pendapat yang dikotomis. Kubu Demokrat bersama PKB melihat bahwa  proses bailout tak bertentangan dengan hukum dan undang-undang. Normal  saja dan jauh dari kemungkinan perbuatan abused of power yang berujung  dengan korupsi.</p>
<p>Rekomendasi kubu Golkar, PKS, Hanura, PDIP dan lainnya lebih keras.  Banyak aspek penyelewengan, termasuk perbuatan korupsi. Sebagian dari  fraksi itu bahkan menyebut nama mantan Gubernur BI dan Menkeu Srimulyani  sebagai yang paling bertangung-jawab. Mereka juga merekomendasikan  proses hukum oleh penegak hukum.</p>
<p>Tampaknya, rekomendasi itu akan muncul juga dalam laporan pansus yang  akan dibahas dalam paripurna DPR pada 3 Maret 2010. Mungkinkah,  kesimpulan akhir yang berseberangan itu satu padu di paripurna DPR? Atau  malah semacam rumusan yang menampung keberbedaan saja?</p>
<p>Apapun, tampaknya rekomendasi penindakan hukum dalam riwayat Century  sejak merger dari beberapa bank dulu akan muncul. Termasuk soal aliran  dana yang berunsur kejahatan korporasi. Tak mustahil nama Boediono yang  kini Wapres disebut-sebut bersama sang Menkeu. Tentu saja rekomendasi  proses hukum, yang jika terbukti disusul pula dengan pemakzulan Wapres.  Kita tunggulah bukti dan tanggal mainnya.</p>
<p>Akan tetapi temuan Pansus Century itu, jika merunut undang-undang pada  1954 tentang Hak Angket bukanlah barang bukti secara hukum. Jadi kelak  jika akan ditangani oleh KPK, kepolisian atau kejaksaan masih harus  ditemukan bukti-bukti secara hukum, dan pertarungan pembuktian di  peradilan, jika memang bergulir ke meja hijau.</p>
<p>Tampaknya masih akan lama. Akan dimulai dari awal, penyelidikan,  penyidikan, barulah penuntutan dan proses pengadilan. Hari-hari anak  bangsa ini masih akan diramaikan dengan headline Century, kendatipun  sudah mulai membosankan.</p>
<p>Sebaliknya hak angket adalah hak konstitusional pula. Tak bisa diabaikan  begitu saja. Pendapat akhir fraksi itu, seperti PKS, PDIP, Hanura dan  Golkar juga bertolak dari investigasi lembaga BPK, yang berwenang  menyelidiki keuangan negara. Jika pendapat lembaga-lembaga itu  diabaikan, pendapat siapa lagi di negara ini yang harus diberi respek  dan penghormatan?</p>
<p>Soalnya, kini masih ada debat antara: benarkah terjadi korupsi dalam  kasus Century yang melibatkan pejabat negara atau tidak? Entahlah. Tapi  tampaknya lembaganya, baik Hak Angket dan BPK sudah benar. Namun  temuannya masih penuh perdebatan.</p>
<p>Seraya menungu semua proses konstitusi dan hukum itu, apakah kira-kira  yang bisa dilakukan oleh rakyat setelah mendengar pidato presiden seusai  3 Maret 2010? Intinya pun sudah disebutkan oleh SBY, bahwa dialah  sebagai Kepala Negara yang bertanggung-jawab dalam kasus Century. Saya  kira tentu saja SBY akan mengungkapkan fakta dan bukti seperlunya.</p>
<p>Apakah rakyat yang lebih 60 persen memilih SBY membela SBY? Boleh jadi  ya. Tapi bagaimana caranya? Rakyat hanya bisa melakukan tindakan politik  dengan menggunakan hak politik pada Pemilu dan Pemilihan Presiden.  Masih lama lagi, pada 2014. Padahal, sekarang ini ada kasus besar.</p>
<p>Tentu saja ada pula rakyat yang tak setuju. Mungkin kelompok ini lebih  menyetujui pendapat akhir fraksi PDIP, PKS, Hanura dan Golkar. Maklum,  selain memilih presiden dan wakilnya, rakyat juga memilih anggota DPR  dari berbagai partai.</p>
<p>Jika presiden akan berpidato di depan rakyat, mungkin mengharapkan  empati dan dukungan. Sebaliknya, Tim Sembilan penggagas Hak Angket pun  bersafari ke berbagai tokoh nasional seperti Amien Rais, Wiranto, Syafii  Maarif dan sebagainya. Harapannya, dukungan tokoh nasional itu akan  meraih dukungan rakyat pula.</p>
<p>Saya berharap bayangan saya akan salah, bahwa akan terjadi perbedaan  pendapat di tengah masyarakat. Jika sekadar berbeda pendapat, tak  apa-apa. Tapi jika bereskalasi menjadi konflik horizontal, inilah yang  membuat bulu kuduk saya bergidik.</p>
<p>Ketika medan pertarungan berkecamuk di paripurna DPR akan disusul pula  pertarungan di tengah masyarakat. Mulanya, mungkin bersifat informatif.  Tapi lama-lama bisa bersifat propaganda dan sejenisnya.</p>
<p>Saya teringat masa Orde Lama yang penuh dengan isu, konflik, intrik dan  friksi politik. Akibatnya, Indonesia mabuk berpolitik dan tak sempat  membangun, sementara harga-harga bahan pokok terus melangit.</p>
<p>Jangan-jangan, inilah buah dari sistem multipartai di Indonesia, baik di  masa Orde Lama dan sekarang. Karena tak ada lagi single majority ala  Golkar di era Orde Baru, maka setiap kabinet harus menggalang koalisi  untuk kabinet.</p>
<p>Repotnya, koalisi yang dibangun sejak era Gus Dur, Mega dan SBY sangat  rapuh. Maaf, hanya bagi-bagi kursi tanpa menghitung faktor ideologi atau  setidaknya flatform dan visi misi politik yang jelas dan terbedakan  dengan kelompok oposisi. Akibatnya, tak ada zat perekat dan rentan  pecah.</p>
<p>Terbukti ketika mencuat beda pendapat dalam kasus Century, Demokrat  mengancam akan melakukan reshuffle. Sebaliknya, kubu yang merasa diancam  melakukan perlawanan sehingga tetap berseberangan, walaupun lobi-lobi  gencar dilakukan.</p>
<p>Kasus ini sebetulnya sudah terjadi sejak era Gus Dur, Mega dan SBY  hingga SBY Jilid II. Tapi bangsa ini belum kapok juga. Sejarah dan  perubahan memang tak serta-merta bagai makan cabai. Perlu proses waktu,  dan berbagai risiko dan ongkos yang harus dibayar setiap bangsa.</p>
<p>Simpulnya, biarkanlah kasus Century menjadi pelajaran bersama. Secerah  dan semuram apapun endingnya, dia adalah proses sebuah bangsa yang  sedang mencari bentuk demokrasinya yang pas. Ibarat pakaian cocok dengan  ukuran badan. Tak kebesaran, tak kekecilan.***</p>
<p>Sumber : Kolom Riaupost , Bersihar Lubis, wartawan senior tinggal di Medan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pk-sejahtera.nl/demokrasi-itu-bak-pakaian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Ibu</title>
		<link>http://pk-sejahtera.nl/sang-ibu/</link>
		<comments>http://pk-sejahtera.nl/sang-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 13:19:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<category><![CDATA[ibu]]></category>

		<category><![CDATA[kasih]]></category>

		<category><![CDATA[nl]]></category>

		<category><![CDATA[pks]]></category>

		<category><![CDATA[sang]]></category>

		<category><![CDATA[sayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pk-sejahtera.nl/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Malam itu, malam tahun baru 1431 hijriah. Aku diundang  untuk mengisi muhasabah di masjid Al-Ittihad Tebet Jakarta Selatan  bersama seorang penyair terkemuka Bapak Taufik Ismail. Ini untuk yang  kedua kalinya aku bersama Pak Taufik setelah sebelumnya aku bersama  beliau diundang untuk acara muhasabah 60 tahun Bakrie di Rasuna Said.  Seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong>Malam itu, malam tahun baru 1431 hijriah. Aku diundang  untuk mengisi muhasabah di masjid Al-Ittihad Tebet Jakarta Selatan  bersama seorang penyair terkemuka Bapak Taufik Ismail. Ini untuk yang  kedua kalinya aku bersama Pak Taufik setelah sebelumnya aku bersama  beliau diundang untuk acara muhasabah 60 tahun Bakrie di Rasuna Said.  Seperti biasanya Pak Taufik membacakan puisinya. Di antara puisi yang  beliau bacakan ada satu puisi tentang ibu.<span id="more-452"></span></p>
<p>Aku tidak ingat secara harfiah isi puisi tersebut, tetapi aku  terkesan dengan kedalaman isinya dalam menggambarkan betapa tak  terhingga kasih sayang seorang ibu terhadap anaknya. Karenanya banyak  para penyair menulis puisi tentang ibu. Di antara juga yang pernah saya  baca D. Zawawi Imran. Aku masih ingat sebagian ungkapan yang ditulis Pak  Zawawi. Di antaranya: ”S<em>eandainya aku ikut ujian, dan aku ditanya  tentang pahlawan, akan ku jawab ibuku</em>.”</p>
<p>Benar, ibu adalah pahlawan. Tidak ada seorang pun yang paling berjasa  kepada kemanusiaan melebihi jasa seorang ibu. Karenanya dalam Al-Qur’an  Allah swt. tidak segan menceritakan perih dan lelah seorang ibu saat  hamil dan menyusui. Dalam surah Luqman:14, Allah berfirman: <em>”Dan  Kami perintahkan kepada manusia supaya (berbuat baik) kepada dua orang  ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang  bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah  kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah  kembalimu.”</em></p>
<p>Perhatikan ayat ini, dibuka dengan perintah agar berbuat baik kepada  ibu bapaknya, setelah itu Allah menceritakan secara khusus tentang  capeknya seorang ibu ketika mengandung anaknya. Sementara capeknya ayah  tidak diceritakan. Silahkan cari dalam Al-Qur’an maupun hadits kalau  pernah disebut mengenai capeknya seorang ayah. Sungguh hanya sang ibu  yang banyak disebut. Bahkan dalam sebuah hadits yang sangat terkenal,  Rasulullah saw. ketika ditanya: <em>”Kepada siapa aku harus berbuat  baik? Beliau tidak segan menjawab tiga kali berturut-turut agar itu  dilakukan kepada ibu, lalu kepada bapak.” </em></p>
<p>Namun sayang, banyak anak begitu mudah melupakan jasa besar sang ibu.  Kalau pun berbuat baik cenderung perbuatan itu semata basa-basi, datang  setahun sekali menemuinya di hari raya. Basa-basi mencium tangannya dan  lain sebagainya, sementara pesan-pesannya yang baik tidak dipatuhi.  Banyak para ibu yang merindukan anaknya agar mentaati Allah swt. Namun  banyak anak yang justeru membalas kebaikan ibunya dengan berbuat maksiat  kepada-Nya. Sungguh ini suatu kedurhakaan.</p>
<p>Tidak ada artinya kebaikan seorang anak kepada ibunya secara  material, sementara ia selalu berbuat maksiat kepada Allah. Karenanya  banyak para ulama mengatakan: <em>”Pengabdian seorang anak yang paling  baik bagi orang tuanya adalah menjadikan dirinya sebagai anak yang  saleh.”</em> Inilah rahasia hadits Rasulullah saw. yang berbunyi: <em>”Waladun  shaalihun yad’u lahuu (anak yang shaleh yang selalu mendoakan untuk  orang taunya).”</em> Perhatiakan kata shalih dalam teks hadits tersebut.  Ini untuk menegaskan bahwa hanya anak yang shalih yang benar-benar akan  memberikan kebahagiaan bagi orang tuanya: bahagia secara material  maupun secara spiritual. Sementara anak durhaka tidak akan pernah  memberikan kebahagiaan hakiki bagi orang tuanya.</p>
<p>Tidak sedikit cerita masa lalu mengenai kebaikan seorang anak kepada  ibunya. Di antaranya; disebutkan bahwa salah seorang anak yang shaleh  pernah menggendong ibunya dari negeri kelahirannya –kalau tidak salah  Yaman- ke kota Mekah untuk melaksanakan ibadah haji. Bayangkan betapa  jauh perjalanan menuju kota Mekah. Dan betapa besar tenaga yang harus  dikeluarkan untuk kebahagiaan sang ibu. Di manakah kini kita bisa  menemukan pribadi seorang anak seperti ini?</p>
<p>Dalam kisah yang lain lagi disebutkan seorang anak yang shalih sedang  menemani ibunya makan. Namun anak ini belum mau mengambil makanan  sampai ibunya selesai. Ketika ditanya mengapa berbuat demikian? Ia  menjawab: aku takut mengambil makanan yang ternyata itu disukai ibuku.  Subhanallah sebuah contoh kejujuran cinta kepada sang ibu sangat nampak  dalam kisah tersebut.</p>
<p>Di akhir tulisan ini izinkan aku menulis puisi untuk ibuku:</p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Ibu, bila semua orang berkata langit itu sangat tinggi</em></p>
<p><em>Sungguh masih lebih tinggi cintamu kepadaku</em></p>
<p><em>Bila semua orang berkata lautan itu sangat dalam</em></p>
<p><em>Sungguh masih lebih dalam kasihmu kepadaku</em></p>
<p><em>Bila semua orang berkata bukit itu sangat kokoh</em></p>
<p><em>Sungguh masih lebih kokoh perhatianmu kepadaku</em></p>
<p><em>Tak sanggup kata melukiskan kebaikanmu</em></p>
<p><em>Tak sampai nyawa membalas budi baikmu</em></p>
<p><em>Kecuali keshalihanku </em></p>
<p><em>Agar sungai keringat jerih payahmu menjadi amal jariah. </em></p>
<p>Allahu a’lam bish shawab</p>
<p>sumber : dakwatuna</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pk-sejahtera.nl/sang-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Koruptor</title>
		<link>http://pk-sejahtera.nl/sang-koruptor/</link>
		<comments>http://pk-sejahtera.nl/sang-koruptor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 13:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[koruptor]]></category>

		<category><![CDATA[nl]]></category>

		<category><![CDATA[pks]]></category>

		<category><![CDATA[sang]]></category>

		<category><![CDATA[sungguh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pk-sejahtera.nl/?p=449</guid>
		<description><![CDATA[Koruptor adalah bahasa lain dari maling. Artinya bahwa seorang koruptor  sebenarnya adalah seorang maling. Dalam Al-Qur’an kita mengenal istilah as-saariq atau al-muthaffif . Allah berfirman dalam surah Al-Maidah:38 :  “Wassaariqu wassaariqatu faqtha’uu aydiyahumaa jazaa’an bimaa  kasabaa (Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah  tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Koruptor adalah bahasa lain dari maling. Artinya bahwa seorang koruptor  sebenarnya adalah seorang maling. Dalam Al-Qur’an kita mengenal istilah <em>as-saariq</em> atau <em>al-muthaffif</em> . Allah berfirman dalam surah Al-Maidah:38 :  <em>“Wassaariqu wassaariqatu faqtha’uu aydiyahumaa jazaa’an bimaa  kasabaa (Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah  tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan”).<span id="more-449"></span></em></p>
<p>Dalam surah Al-Muthaffifiin:1, Allah berfirman : <em>“Wailun lill  muthaffifiin (Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang”).</em> Baik istilah <em>saraqa – yasriqu</em> maupun istilah <em>thaffafa  yuthaffifu</em> semuanya menunjukkan makna tindakan mencuri atau menipu.  Pelakunya disebut <em>as-saariq</em> atau <em>al-muthaffif</em> (Pencuri, maling atau koruptor).</p>
<p>Semua istilah tersebut dalam Al-Qur’an didudukkan sebagai sebutan  bagi pelaku pencurian yang harus dihukum. Dalam surah Al-Maidah mereka  harus dipotong tangannya. Dan dalam surah Al-Muthaffifiin mereka kelak  diancam dengan neraka. Sudah sedemikian jelasnya bahwa istilah tersebut  dibenci tidak saja oleh semua manusia, melainkan lebih dari itu oleh  Allah swt, namun ternyata masih banyak orang yang mendaftarkan dirinya  sebagai maling atau koruptor. Apakah sudah sedemikian kerasnya hati  mereka. Sehingga mereka tidak merasa malu. Bukankah Rasulullah saw.  telah menegaskan bahwa di antara ciri keimanan adalah mempunyai rasa  malu. Namun justru yang banyak ikut menjadi koruptor adalah orang-orang  yang mengaku beriman.</p>
<p>Koruptor adalah pribadi yang dibenci dan tidak mempunyai harga diri.  Dia telah tunduk di bawah bimbingan hawa nafsunya. Halal-haram  diabaikan. Dia tidak takut lagi akan ancaman Allah di alam Akhirat.  Karenanya Allah berfirman pada ayat berikutnya dalam surah  Al-Muthaffifiin : ”Alaa yadzunnu ulaaika annhum mab’uutsuun, lyawmin  adziim (Tidakkah orang-orang itu yakin, bahwa sesungguhnya mereka akan  dibangkitkan”). Dari sini nampak bahwa para koruptor adalah orang-orang  yang siap masuk neraka. Mereka siap melawan Allah dengan segala  resikonya. Mereka adalah orang-orang sombong yang merasa tidak butuh  aturan Allah. Harta haram bagi mereka adalah santapan empuk yang sangat  menyenangkan. Mereka telah menukar kesenangan sejenak di dunia dengan  api neraka yang pedih.</p>
<p>Memang para koruptor di dunia bisa bersembunyi dibalik retorika dan  diplomasi kekuasaan, bahkan berlindung di bawah hukum atau undang-undang  yang mereka bikin sendiri. Namun bagaimana pun Allah swt. tidak mungkin  tertipu. Silahkan bersenang-senang dengan mobil mahal dan rumah mewah.  Silahkan tertawa dan berjoget-joget di atas air mata penderitaan orang  lain. Silahkan berbangga-bangga dengan segala fasilitas yang  diistimewakan. Silahkan bersembunyai di balik sogokan yang besar kepada  para jaksa dan polisi. Namun ingat bahwa korupsi tetap maksiat dan  kedzaliman. Allah swt. tidak akan pernah membiarkan semua itu mengalir  begitu saja. Karena setiap kedzaliman telah Allah haramkan atas  Diri-Nya, apalagi atas manusia.</p>
<p>Apapun koruptor tetap merupakan gelar yang tidak saja mengancam  kemanusiaan melainkan juga mengancam pelakunya. Karena itu semua negara  di dunia tidak ada yang menginginkan hadirnya seorang koruptor sebagai  pejabat di dalamnya. Sebab sudah terbukti dalam sejarah bahwa seorang  koruptor benar-benar membawa ancaman. Berapa banyak perusahaan yang  hancur kerena direkturnya korup. Berapa banyak bank yang bangkrut karena  menagernya korup. Dan berapa banyak negara kaya yang rakyatnya terpuruk  dalam kemiskinan, karena para pemimpinya koruptor.</p>
<p>Masihkah para koruptor itu akan terus dipelihara di negeri ini,  sementara seluruh dunia memeranginya. Sampai kapan negeri ini akan terus  digenggam oleh para koruptor sementara kondisi rakyat semakin terjepit  dalam penderitaan.</p>
<p>Sungguh tidak mungkin berkah sebuah negeri yang dipenuhi oleh para  koruptor. Sebab adalah <em>sunnatullah</em> bahwa setiap pelaku dosa  mengundang datangnya adzab. Maka semakin  banyak jumlah pelaku harta  haram, semakin dekat kepada adzab Allah. Itulah yang Allah ceritakan  dalam surah Al-Fajr, mengenai kaum Aad, kaum Tsamud dan kaum Fir’un,  bahwa mereka diadzab oleh Allah kerena dosa-dosa yang mereka lakukan. Di  antara dosa besar yang mengundang adzab Allah adalah dosa korupsi. <em>Wallahu  a’lam bishshowab</em>.</p>
<p>sumber : dakwatuna.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pk-sejahtera.nl/sang-koruptor/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Rahasia Keadilan</title>
		<link>http://pk-sejahtera.nl/rahasia-keadilan/</link>
		<comments>http://pk-sejahtera.nl/rahasia-keadilan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 13:07:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tarbiyah]]></category>

		<category><![CDATA[keadilan]]></category>

		<category><![CDATA[khalifah]]></category>

		<category><![CDATA[rahasia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pk-sejahtera.nl/?p=445</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seseorang mengusulkan kepada Umar bin Abdul Aziz, agar  dibangun pagar yang tinggi demi keamanan. Umar bin Abdul Aziz menjawab: “Bangunlah  keadilan kau akan merasa aman. Sebab dengan bersikap demikian,  seorang pemimpin telah memberikan hak-hak rakyatnya secara benar dan  proporsional. Bila rakyat mendapatkan haknya maka otomatis kejahatan  tidak ada. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari seseorang mengusulkan kepada Umar bin Abdul Aziz, agar  dibangun pagar yang tinggi demi keamanan. Umar bin Abdul Aziz menjawab: <em>“Bangunlah  keadilan kau akan merasa aman. </em><em>Sebab dengan bersikap demikian,  seorang pemimpin telah memberikan hak-hak rakyatnya secara benar dan  proporsional. Bila rakyat mendapatkan haknya maka otomatis kejahatan  tidak ada. Bila kejahatan tidak ada maka akan tercapai rasa aman.” <span id="more-445"></span></em></p>
<p>Kisah ini mengingatkan kepada Umar bin Khatthab saat menjabat sebagai  khalifah. Umar sangat terkenal dengan keadilannya. Umar pernah berkata  suatu hari: <em>”Lain nimtunnahaar dhayya’tur ra’iyyah, wa lain  nimtullail dhayya’tu nafsii (jika aku tidur di siang hari aku telah  mengkhianati rakyatku, dan jika aku tidur di malam hari, aku telah  mengkhianati diriku sendiri”). </em></p>
<p>Umar selama manjadi khalifah tidak sempat enak tidur siang maupun  malam. Setiap saat selalu bersama rakyatnya. Bukan hanya dari wilayah ke  wilayah tetapi bahkan dari rumah ke rumah. Umar setiap hari membantu  langsung para janda yang tidak mampu berbelanja ke pasar. Di malam hari  Umar masih menyempatkan diri membantu para jumpo dengan menyediakan  makan untuk mereka. Karenanya Umar merasa aman. Di mana saja ia bisa  istirahat. Suatu hari Umar ditemukan tidur berbaring di bawah pohon.  Pada saat itu sedang datang utusan dari kerajaan Romawi. Para utusan itu  kaget ketika mereka menemukan Umar demikian sederhana. Tidak seperti  yang mereka bayangkan tentang seorang raja sekaliber Umar. Salah seorang  sahabat mengungkapkan Umar ketika dalam kondisi seperti itu: <em>”Umar,  adalta fanimta (Umar, engkau telah berbuat adil, maka engkau enak tidur  di mana-mana”).</em></p>
<p>Benar keadilan adalah fondasi sebuah kepemimpinan. Dalam Al-Qur’an  Allah memerintahkan: <em>”I’diluu huwa aqrabu littaqwa (berbuatlah adil  sesungguhnya ia lebih dekat kepada ketakwaan”).</em> Al-Maidah:8</p>
<p>Perhatikan ayat ini betapa Allah swt. memerintahkan agar kita berbuat  adil. Lalu Allah memberikan alasan bahwa dengan berbuat adil seseorang  akan terhantar kepada level takwa. Dari sini kita belajar bahwa tidak  akan bertakwa seorang yang berlaku dzalim. Sebab para pelaku kedzaliman  akan selalu bergelimang dosa dan harta haram. Maka dengan kedzalimannya  seseorang akan semakin terjauhkan dari Allah. Sungguh tidak mungkin  bertakwa seorang yang jauh dari Allah swt.</p>
<p>Perlu digaris bawahi juga bahwa kata <em>i’diluu</em> dalam ayat  tersebut berupa perintah. Dan dalam kaidah pada dasarnya perintah itu  berarti wajib. Dengan demikian bertindak adil adalah kewajiban,  lebih-lebih bagi seorang pemimpin.</p>
<p>Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. menceritakan bahwa kelak di hari  Kiamat di padang mahsyar, di saat manusia di bawah terik yang tak  terhingga, lebih dari itu tidak ada sedikitpun rindang seperti yang  diceritakan Rasulullah saw.: <em>”Yawma laa dzilla illaa dzilluhu (tidak  tempat berteduh sama sekali kecuali keteduhan dari Allah swt), ada  sekelompok manusia pada saat itu mendapat perlindungan khusus dari  Allah, di antaranya –kata Rasulullah saw- al imaamul ’aadil (pemimpin  yang adil).</em> Dari sini sudah jelas bahwa berbuat adil bagi seorang  pemimpin adalah kenikmatan yang sangat menguntungkan, tidak saja di  dunia melainkan lebih dari itu di akhirat.</p>
<p>Kini bila kita perhatikan, justru kedzaliman banyak kita temukan  dalam kepemimpinan umat Islam. Berbagi bukti korupsi atau kediktatoran  sangat mencolok dilakukan oleh para pemimpin yang justru mengaku diri  sebagi seorang muslim. Karenanya kestabilan politik selalu tidak  tercapai.</p>
<p>Sampai kapan umat ini akan terus tercekam dalam kedzaliman yang  dilakukannya sendiri?.</p>
<p>Sampai kapan Islam yang kita yakini hanya akan menjadi ibadah ritual  yang mati di pojok-pojok masjid, sementara di kantor-kantor, di  pasar-pasar dan bahkan di lembaga-lembaga pemerintahan tidak ada Islam?.</p>
<p>Bukankah sudah saatnya Umat ini kembali kepada komitmen semula.  Komitmen untuk menjalankan Islam secara <em>kaaffah</em>, seperti yang  Allah firmankan: <em>udkhuluu fissilmi kaaffah</em>. (QS. Al baqarah :  208). Ingat bahwa nilai-nilai Islam sejak dini telah dipraktekkan di  barat, sekalipun mereka tidak mau menyebut itu Islam. Dan karena itu  mereka maju. Sungguh Islam adalah fitrah. Dan berislam artinya berbuat  adil. Maka dengan berbuat adil seorang pemimpin akan aman, seluruh  rakyat akan sejahtera dan sebuah negeri akan kokoh. <em>Wallahu ’alam  bishshawab.</em></p>
<p><em>Sumber : dakwatuna.com</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pk-sejahtera.nl/rahasia-keadilan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Menunaikan Ibadah Ramadhan</title>
		<link>http://pk-sejahtera.nl/selamat-menunaikan-ibadah-ramadhan/</link>
		<comments>http://pk-sejahtera.nl/selamat-menunaikan-ibadah-ramadhan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 13:48:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pk-sejahtera.nl/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" src="http://farm3.static.flickr.com/2583/3844749369_f3ee8b08c6.jpg" alt="" width="500" height="375" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pk-sejahtera.nl/selamat-menunaikan-ibadah-ramadhan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Demokrat Unggul, PKS Runner Up dengan Angka Asma ul-Husna</title>
		<link>http://pk-sejahtera.nl/demokrat-unggul-pks-runner-up-dengan-angka-asma-ul-husna/</link>
		<comments>http://pk-sejahtera.nl/demokrat-unggul-pks-runner-up-dengan-angka-asma-ul-husna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 10:10:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dfahrudin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[denhaag]]></category>

		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<category><![CDATA[pks]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pk-sejahtera.nl/?p=439</guid>
		<description><![CDATA[Proses penghitungan suara di Belanda berakhir pukul 01.35 waktu setempat. Demokrat sementara memimpin dengan 220 suara. PKS diposisi kedua dengan angka asma ul-husna (99).
Saat berita ini dilaporkan dari lokasi pemungutan suara di Ruang Nusantara KBRI Den Haag pk 01.55 atau Jumat (10/4/2009) 06.55 pagi WIB, para saksi dari parpol, dan  petugas KPPSLN sedang merampungkan berita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Proses penghitungan suara di Belanda berakhir pukul 01.35 waktu setempat. Demokrat sementara memimpin dengan 220 suara. PKS diposisi kedua dengan angka asma ul-husna (99).</p>
<p><span id="more-439"></span>Saat berita ini dilaporkan dari lokasi pemungutan suara di Ruang Nusantara KBRI Den Haag pk 01.55 atau Jumat (10/4/2009) 06.55 pagi WIB, para saksi dari parpol, dan  petugas KPPSLN sedang merampungkan berita acara.</p>
<p>Berikut ini perolehan 10 Besar pemenang sementara di Belanda. Demokrat 220 suara, PKS di urutan kedua dengan 99 suara, Golkar 46 suara, PDIP 45 suara, PDS 42 suara, PAN 19, Gerindra 16, PKB 13, PPP 9 dan PKDI 9.</p>
<p>Jumlah surat suara tidak sah mencapai 94 suara dengan total jumlah pemilih yang menunaikan haknya di TPSLN Den Haag sebanyak 654.</p>
<p>Peta peroleh suara di atas masih dimungkinkan berubah, sebab masih ada 1.920 surat suara melalui pos belum dihitung. PPLN Belanda menetapkan batas akhir penerimaan surat suara via pos itu pada 15/4/2009. <strong> (</strong></p>
<p>Source : detik.com, 10/04/09</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pk-sejahtera.nl/demokrat-unggul-pks-runner-up-dengan-angka-asma-ul-husna/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>10 Besar Hasil Penghitungan Sementara  TPS Den Haag Non Pos</title>
		<link>http://pk-sejahtera.nl/10-besar-hasil-penghitungan-sementara-tps-den-haag-non-pos/</link>
		<comments>http://pk-sejahtera.nl/10-besar-hasil-penghitungan-sementara-tps-den-haag-non-pos/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 09:36:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dfahrudin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<category><![CDATA[den haag]]></category>

		<category><![CDATA[hasil]]></category>

		<category><![CDATA[pemilu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pk-sejahtera.nl/10-besar-hasil-penghitungan-sementara-tps-den-haag-non-pos/</guid>
		<description><![CDATA[PD	 	220
PKS	 	99
Golkar	 	46
PDIP	 	45
PDS	 	42
PAN	 	19
Gerindra	 	16
PKB	 	13
PPP	 	9
PKDI	 	9
TIDAK SAH	 	94
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">PD	 	220<br />
PKS	 	99<br />
Golkar	 	46<br />
PDIP	 	45<br />
PDS	 	42<br />
PAN	 	19<br />
Gerindra	 	16<br />
PKB	 	13<br />
PPP	 	9<br />
PKDI	 	9<br />
TIDAK SAH	 	94</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pk-sejahtera.nl/10-besar-hasil-penghitungan-sementara-tps-den-haag-non-pos/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
