Indonesia diminta tak hanya menuruti apa yang menjadai kehendak Amerika Serikat. Pengamat hubungan internasional, Ikrar Nusa Bakti, mengatakan Indonesia memang membutuhkan AS tetapi AS juga pasti membutuhkan Indonesia.
”Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara, negara kepulauan terbesar di dunia, negara berpenduduk Islam terbesar pula di dunia, dalam posisi silang yang strategis di Asia Tenggara,” tutur Ikrar, Rabu (17/3). Faktor kebesaran itu yang dikatakan Ikrar bisa menjadi posisi tawar bagi Indonesia agar hubungan itu setara.
Indonesia tidak bisa selalu mengambil posisi membeo AS. ”Harga diri negara ini akan hilang kalau Indonesia tidak punya posisi tawar,” sambung dia. Indonesia dianggapnya sanggup mengambil posisi seimbang dalam sejumlah bidang. Contohnya, kerja sama militer atau kesehatan.
Pemerintah diharapkan tidak tunduk akan permintaan AS yang, misalnya, membiarkan petugas medis yang bekerja dalam Namru memiliki kekebalan diplomatis. Pasalnya, kekebalan itu mengakibatkan mereka akan melenggang bebas sembari membawa apa pun dalam kerudung perlindungan diplomatis. ”Kalau yang dibawa virus yang berguna bagi Indonesia, bagaimana,” tanya Ikrar.
Asas resiprositas (timbal balik) harus dipastikan Indonesia berlaku dalam kerja sama dengan AS. Seandainya asas itu ditolak AS maka Ikrar menegaskan, bahwa Indonesia harus menolak kerja sama yang hanya menguntungkan AS.
”Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara, negara kepulauan terbesar di dunia, negara berpenduduk Islam terbesar pula di dunia, dalam posisi silang yang strategis di Asia Tenggara,” tutur Ikrar, Rabu (17/3). Faktor kebesaran itu yang dikatakan Ikrar bisa menjadi posisi tawar bagi Indonesia agar hubungan itu setara.
Indonesia tidak bisa selalu mengambil posisi membeo AS. ”Harga diri negara ini akan hilang kalau Indonesia tidak punya posisi tawar,” sambung dia. Indonesia dianggapnya sanggup mengambil posisi seimbang dalam sejumlah bidang. Contohnya, kerja sama militer atau kesehatan.
Pemerintah diharapkan tidak tunduk akan permintaan AS yang, misalnya, membiarkan petugas medis yang bekerja dalam Namru memiliki kekebalan diplomatis. Pasalnya, kekebalan itu mengakibatkan mereka akan melenggang bebas sembari membawa apa pun dalam kerudung perlindungan diplomatis. ”Kalau yang dibawa virus yang berguna bagi Indonesia, bagaimana,” tanya Ikrar.
Asas resiprositas (timbal balik) harus dipastikan Indonesia berlaku dalam kerja sama dengan AS. Seandainya asas itu ditolak AS maka Ikrar menegaskan, bahwa Indonesia harus menolak kerja sama yang hanya menguntungkan AS.
Source : republikaonline, 17/03/10
Komentar Terbaru