Berita Duka

Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un

Telah berpulang ke Rahmatullah

Guru, Ibunda dan Kader senior Partai Keadilan Sejahtera

Ustadzah Yoyoh Yusroh

Pada Hari Sabtu 21 Mei 2011, Pukul 03.30 WIB

Kami, Pusat Informasi dan Pelayanan PKS Belanda yang merupakan bagian dari keluarga besar Partai Keadilan Sejahtera, menyampaikan rasa duka cita dan kehilangan yang mendalam terhadap Almarhumah yang telah banyak memberikan bimbingan dan nasehat kepada para kader PKS. Semoga Allah SWT berkenan menerima segala amal salihnya dan mengampuni segala dosanya selama Almarhumah hidup di alam dunia ini.

Allahumaghfirlaha, warhamha, wa’afihi wa’fuanha..

Selamat jalan Ustadzah Yoyoh Yusroh

Hormat kami,

Pusat Informasi dan Pelayanan PKS Belanda

Turut Berduka Cita

Assalamualaikum wr.wb

Kami PIP PKS Belanda mengucapkan :

Turut Berduka Cita sedalam -dalamnya atas Musibah yang terjadi di Jepang, Semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan atas musibah ini.

Wassalamaulaikum wr.wb

PIP PKS Belanda

PKS Tunggu Pembahasan UU Pemilu

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini menunggu pembahasan Undang-Undang Pemilu di DPR untuk menyiapkan strategi dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta tahun 2012. Pasalnya, pemilu kepala daerah saat ini tengah digodok anggota DPRD, apakah akan menggunakan sistem pemilihan langsung atau melalui perwakilan dalam anggota DPRD.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS DKI Jakarta Selamat Nurdin, Selasa (1/2/2011), saat dihubungi wartawan. “Kami tunggu dulu hasil pembahasan UU Pemilu, apakah pemilihan langsung atau perwakilan melalui DPRD,” ujarnya.

Selamat mengakui, hasil pembahasan tersebut akan menentukan strategi yang akan diterapkan partainya dalam pilgub 2012. Dengan adanya dua pilihan tersebut, menurut dia, strategi yang lebih mudah diterapkan adalah pemilihan di DPRD. “Tapi, tetap kami berharap agar pemilihan dilakukan secara langsung oleh masyarakat supaya proses berlangsung transparan,” ungkapnya.

Meski banyak partai sudah melakukan pergerakan dan lobi-lobi koalisi, PKS, lanjutnya, masih menunggu dan mengamati peta pertarungan untuk memperebutkan kursi DKI 1. Akan tetapi, PKS bukannya tinggal diam. Saat ini PKS juga tengah mencari partner berkoalisi yang tepat. “Koalisi kami pertimbangkan, tapi masih dalam pembahasan,” katanya.

sumber : Kompas

Memimpin dengan Kelapangan Dada

Selama menjabat sebagai Wakil Ketua DPR Bidang Korekku (Koordinator Ekonomi dan Keuangan) Anis Matta mengaku tidak hanya dituntut menguasai persoalan tapi juga membutuhkan kelapangan dada.

“Kita mengelola orang pintar, karenanya susah mengatur, khususnya dalam sidang-sidang yang temanya berat. Mereka punya hak kolegial yang penuh sebagai anggota dewan,” ujar Anis Matta, di Jakarta, belum lama ini.

Tak hanya itu sebagai pimpinan dewan dirinya dituntut menguasai segala bidang mulai dari masalah politik, ekonomi, hukum, sosial dan semua masalah harus dikuasai.

Sebagai pimpinan yang membidangi ekonomi dan keuangan, pria kelahiran Bone, 7 Desember 1968 memiliki target yakni menciptakan trasparasi anggaran. Target lainnya adalah memperkuat kompetensi pelaksanaan anggaran di DPR dengan membentuk yang namanya budget office.

“Supaya kemampuan ini setara dengan pemerintah dalam penyusunan anggaran sehingga walau tugas kami hanya memberikan pandangan tapi pada kemampuan pembahasan Insya Allah satu level dengan pemerintah. Itu tanggung jawab saya dikoordinator bagian keuangan,” akunya.

Sementara sebagai pimpinan DPR, bapak delapan anak ini juga memiliki target ke depan. Pertama melakukan reformasi institusional. Menurutnya DPR akan kuat jika otoritas yang dimilikinya setara dengan kompetensi yang dimilikinya.

“DPR ini punya otoritas tertinggi legislasi. DPR adalah pusat pembuatan UU di negara ini tapi kompetensinya tidak terlalu kuat. Karenanya kita ingin supaya lembaga ini benar-benar mengabungkan semua kompetensi yang diperlukan UU,” jelasnya.

Target kedua adalah menciptakan efisiensi di internal DPR. Menurut politisi PKS ini DPR terlalu banyak sidang yang seharusnya tidak diperlukan, tetapi mekanisme tersebut harus dilalui.

“Misalnya banyak agenda paripurna yang mungkin tidak diperlukan dan tidak perlu dibawa ke paripurna. Contohnya membacakan surat masuk dari presiden,” ujarnya. Jadi DPR terlihat sangat sibuk tapi sebagian kesibukannya tidak langsung bersentuhan dengan pekerjaan.

Mantan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini mengakui tak pernah berpikir masuk dalam dunia perpolitikan apalagi untuk duduk dikursi dewan. “Tidak pernah punya pikiran menjadi politisi. Sebenarnya secara personal kecenderungan saya pada dunia akademik,” akunya.

Sejak terjun dalam dunia perpolitikan, Anis mengaku mendapat dukungan penuh dari keluarga besarnya. Walaupun dalam keluarga hanya dirinya yang terjun dalam dunia politik.

Sekjen PKS ini memiliki pengalaman yang seabrek, sebelum terjun ke dunia politik, Anis sempat mengajar di Fakultas Ekonomi UI 1996-1998. Kemudian diberikan tanggung jawab yang besar sebagai Sekjen DPP PK & PKS 1998-2010. “Saya mendapatkan tanggung jawab cukup besar pada awal-awal pendirian partai dan sejak itu saya tidak pernah meninggalkan arena,” tandasnya.

Sementara di parlemen, Anis telah duduk dua periode. Pada periode pertama Anis sempat berada di Komisi I, XI dan III sementara periode kedua menduduki posisi Wakil Ketua DPR Bidang Korekku (Koordinator Ekonomi dan Keuangan).

Di tengah kesibukkannya, bapak 8 anak ini tidak berhenti berkarya sekaligus melakukan kegemarannya yakni menulis belasan buku. Seperti ‘Konsep Seni dalam Islam’ (Tulisan Bersama dalam ‘Ruh Islam Dalam Budaya Bangsa’), Festival Istiqlal Jakarta, 1995, Kumpulan Cerpen Intifadhah: (Jihad Rajbi) (terjemahan) 1995, hingga 8 Mata Air Kecemerlangan: Tarbawi Press, 2009

sumber : inilah.com