PIP PKS Belanda

Kami hadir untuk anda yang berada di Belanda

  • Home
  • Tentang PKS
  • Platform PKS
  • PIP PKS Belanda
  • Jejaring PKS
  • Kontak Kami
  • Album Foto
  • Berita
    • Aktual
    • Lawas
  • Indonesiaku
  • International Conference
  • Kiprah
  • Live in Holland
  • Pemilu
    • CALEG KITA
  • Tarbiyah

PKS Tetap Perjuangkan Angket Pajak

By admin on 28-01-2011

Meskipun partai-partai koalisi telah menarik diri dari proses pengajuan hak angket perpajakan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memilih tetap bertahan dan meneruskan proses pengajuan hak angket.

Hal itu dikemukakan Sekjen PKS Anis Matta di Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (28/1).

“Kami mendorong hak angket dilanjutkan. Yang lain mundur silakan. Kami ingin menunjukkan ke publik masalah pajak sebegini seriusnya. Buat PKS ini masalah yang sangat fundamental. Kami tetap konsisten mengusulkan hak angket,” tegas Anis.

Bahkan lebih jauh, sambung dia, PKS mendorong anggotanya di DPR yang belum menandatangani untuk ikut serta.

“Saya sudah bicara dan membahas hal ini dengan Ketua Fraksi, masalah ini layak untuk mendapat perhatian. Kami mendorong teman-teman, terutama komisi terkait untuk tanda tangan. Tapi kami tidak bisa mencampuri sikap partai-partai lain yang menarik tanda tangan,” tukasnya

Sumber : Media Indonesia

Posted in Aktual, Berita, Indonesiaku, Kiprah | Tagged Angket, Anis Matta, korupsi, Pajak, pks | Leave a response

Tuntunan Rasulullah dalam Masalah Khutbah

By admin on 28-01-2011

Oleh Hidayat Mustafid, MA *)

الحمد لله الذي جعل نبيه قدوة للناس، فأوصفه بمحاميد الأوصاف وعلو الإحساس، وطهره من سفاسف الأخلاق وأنواع الأرجاس، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له فالق الإصباح ومجري الأنفاس، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله القائل “خير الناس أنفعهم للناس”، اللهم صل وسلم على أفضل البشرية وأجود الناس، نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان وإخلاص .. أما بعد

Sebagai panutan dan uswah hasanah yang telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wata’ala, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam tidak melewatkan suatu perkara tanpa tuntunan dan ajaran untuk dijadikan pedoman oleh umatnya; lebih-lebih dalam masalah ibadah, seperti khutbah. Petunjuk Rasulullah dalam masalah ini tercemin dalam seluruh tindakan, perbuatan, ataupun bacaan dan perkataan ketika beliau menyampaikan khutbah. Dari keterangan para ulama dan riwayat hadits yang sampai kepada kita, petunjuk Rasulullah dalam tata cara berkhutbah dapat kita klasifikasikan sebagai berikut:

Pertama, berkenaan dengan syarat dan rukun (teknis) khutbah

•    Tuntunan Rasulullah dalam menyampaikan khutbah adalah bahwa beliau memulai dengan hamdalah, shalawat, salam, kemudian mengucapkan ‘amma ba’du. Imam Ibnul-Qayyim rahimahullah mengatakan, “Rasulullah tidak pernah menyampaikan khutbah kecuali beliau memulainya dengan hamdalah, dua kalimat syahadat dan menyebut dirinya dengan nama“. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud Radhiallahu’anhu. Ia berkata, “Rasulullah mengajari kami khutbah hajat (keperluan)(1), yaitu:

إِنَّ الْحَمْدَ للهِ نَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِناَ، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ { ياَ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوْا اللهَ الَّذِيْ تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كاَنَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا } { ياَ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتَمْ مُسْلِمُوْنَ } { ياَ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا الله وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْماَلَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلُهُ فَقَدْ فاَزَ فَوْزًا عَظِيْمًا}

Dalam hadits tersebut terdapat bacaan hamdalah, shalawat kepada Nabi dan dua kalimat syahadat. Dalam hadits yang berkenaan dengan khutbah Rasulullah diterangkan bahwa beliau senantiasa mengucapkan (أما بعد) setelah memuji Allah dan bersyahadat(2). Para ulama, terutama dalam madzhab Syafi’i menetapkan bahwa konten khutbah terdiri dari lima rukun, yaitu:

  1. Membaca hamdalah
  2. Membaca shalawat
  3. Berwasiat dengan taqwa
  4. Membaca ayat dari Al-Qur’an
  5. Berdo’a untuk kaum muslimin.

1. Rasulullah melakukan khutbah sambil berdiri sebagaimana yang dijelaskan dalam firman Allah yang mengisahkan bubarnya sebagian jamaah ketika datang rombongan pedagang yang membawa barang-barang kebutuhan dari luar.

وَإِذَا رَأَوْا تِجَارَةً أَوْ لَهْواً انْفَضُّوْا إِلَيْهاَ وَتَرَكُوْكَ قاَئِماً، قُلْ ماَ عِنْدَ اللهِ خَيْرٌ مِنَ اللَّهْوِ وَمِنَ التِّجاَرَةِ وَاللهُ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ

“Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka meninggalkan kamu sedang berdiri (berkhutbah). Katakanlah, “Apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan”, dan Allah Sebaik-baik Pemberi Rizki.” (QS. 62: 11)

2. Rasulullah apabila sedang khutbah memerah kedua matanya, tinggi suaranya, dan sangat marah seperti layaknya komandan pasukan perang yang sedang memberi intruksi kepada para prajurit. Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: “Rasulullah apabila sedang berkhutbah memerah kedua matanya, tinggi suaranya, dan memuncak kemarahannya sehingga beliau bagaikan pemberi peringatan kepada pasukan perang yang mengatakan, “Awas!! Musuh akan menyerang kalian pagi atau petang!“(3)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Dari hadist ini diambil dalil bahwa disunnahkan bagi khatib untuk membesarkan urusan khutbah, mengangkat suara, memilih kata-kata yang singkat tapi padat dan sesuai dengan situasi pembicaraan. Sementara kondisi memuncak marah Rasulullah sangat mungkin ketika memberi peringatan tentang hal besar dan dahsyat.”(4)

3. Rasulullah menyampaikan dua khutbah pada hari jum’ah dan senantiasa duduk di antara dua khutbah yang disampaikan sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Abdullah bin Umar radhillahu ‘anhuma, ia berkata: “Nabi senantiasa melakukan khutbah dua kali dan duduk di antara keduanya.”(5) Beliau tidak berkata apa-apa di saat duduk tersebut, sebagaimana dariwayatkan dari Jabir bin Samurah, ia berkata: “Aku melihat Nabi menyampaikan khutbah dalam keadaan berdiri kemudian duduk tidak berbicara.”(6)

4. Rasulullah menghadap kepada jamaah dan memberikan salam setelah naik di mimbar. Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhillahu ‘anhuma, ia berkata: “Rasulullah apabila masuk ke masjid pada hari Jum’at, beliau memberi salam kepada orang-orang yang duduk di sekitar mimbar. Ketika beliau naik mimbar, beliau menghadap kepada jamaah dengan wajahnya kemudian mengucapkan salam.”(7)

Di antara para ulama ada yang menetapkan syarat-syarat khutbah dilihat dari akumulasi riwayat sebagai berikut:

  1. Dua khutbah harus mendahului shalat
  2. Melakukan khutbah setelah masuk waktu shalat
  3. Menyampaikan dua khutbah dengan berdiri
  4. Duduk di antara dua khutbah
  5. Dalam keadaan suci dari hadats
  6. Mengangkat suara hingga terdengar oleh semua jamaah jum’at

Kedua, berkenaan dengan situasi dan kondisi ketika khutbah dilaksanakan

Hal-hal yang termasuk tuntunan Rasulullah dalam khutbah yang bersifat kondisional adalah sebagai berikut:

1. Rasulullah lebih sering memendekkan khutbah dan memanjangkan shalat.

قاَلَ أَبُوْ وَائِلٍ : “خَطَبَنَا عَمَّارٌ فَأَوْجَزَ وَأَبْلَغَ، فَلَمّاَ نَزَلَ قُلْناَ: ياَ أَباَ الْيَقَظَانِ، لَقَدْ أَبْلَغْتَ وَأَوْجَزْتَ، فَلَوْ كُنْتَ تَنَفَّسْتَ، فَقَالَ: إِنِّيْ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ: “إِنَّ طُوْلَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرِ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ، فَأَطِيْلُوْا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا اْلخُطْبَةَ

Abu Wa’il berkata, ” ‘Ammar menyampaikan khutbah di hadapan kami. Khutbah beliau singkat tapi padat. Ketika beliau turun, kami berkata, “Wahai Abul-Yaqozhon, sungguh khutbahmu berisi tapi terlalu singkat. Seandainya khutbah itu sedikit panjang?” Beliau menjawab, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: ” Sesungguhnya panjang shalat dan singkatnya khutbah seseorang merupakan tanda kepahamannya (tentang agama). Oleh karena itu, panjangkanlah shalat dan pendekkan khutbah.”(8)

Namun demikian, beliau pun sesekali memanjangkan khutbah sesuai dengan keperluan. Imam Ibnul-Qoyyim berkata, “Rasulullah terkadang memendekkan khutbah dan terkadang memanjangkannya sesuai dengan keperluan masyarakat. Khutbah yang bersifat insidentil lebih panjang daripada khutbah yang rutin.” (9)

2.  Rasulullah menegur siapa saja yang perlu diberi kepahaman dengan menyebut nama. Di  antaranya saat ada keperluan yang mendesak untuk menjelaskan suatu nilai kebaikan yang ditinggalkan oleh salah seorang jamaah yang baru masuk mesjid.

Diriwayatkan dari Jabir, ia berkata, “Ketika Rasulullah sedang menyampaikan khutbah jum’at, tiba-tiba ada seorang laki-laki datang terlambat. Kelihatannya, ia akan langsung duduk. Maka, Rasulullah berkata kepadanya, “Wahai fulan, kamu sudah shalat sunnah tahiyatul-masjid?” Orang tersebut menjawab, “Belum, wahai Rasul.” Beliau bersabda, “Bangun dan lakukanlah shalat sunnah.”

Dalam riwayat lain dikatakan, “Wahai Sulaik, bangun dan lakukan shalat dengan singkat saja!” kemudian beliau bersabda: “Apabila salah seorang di antara kamu datang ke masjid, sementara khatib sedang khutbah maka hendaknya ia melakukan shalat sunnah dan melakukannya dengan singkat.”(10)

3. Rasulullah memutuskan atau menghentikan khutbahnya untuk mengajarkan sesuatu yang diminta oleh seseorang.

Diriwayatkan dari Humaid bin Hilal, ia berkata: Abu Rifa’ah berkata: “Aku sampai kepada Nabi  ketika beliau sedang menyampaikan khutbah. Kemudian aku bilang, “Ya Rasulullah, aku orang asing yang datang untuk bertanya masalah agama karena aku tidak tahu tentang agamaku.” Kemudian Rasulullah menujuku dan meninggalkan khutbahnya. Beliau mengajariku ilmu-ilmu yang diberikan kepadanya. Setelah itu, beliau pergi untuk menyempurnakan khutbahnya.”(11)

4.  Rasulullah selalu aktif berkomunikasi dengan jamaah dan mengabulkan permohonan mereka.

Diriwayatkan dari Anas bahwa ia bercerita, “Ketika Nabi sedang menyampaikan khutbah di hari jum’at, orang-orang angkat suara seraya berkata, “Wahai Rasulullah, sudah lama tidak turun hujan, pepohonan memerah dan mengering, dan hewan ternak banyak mati. Berdo’alah supaya Allah menurunkan hujan bagi kami!” Kemudian beliau berdo’a, “Ya Allah turunkanlah hujan bagi kami.” Beliau mengucapkannya dua kali. Demi Allah, kata Anas, waktu itu kami tidak melihat sepotong awan pun di langit. Namun tiba-tiba muncul awan dan langit pun menjadi mendung, kemudian turunlah hujan.

Rasulullah turun dari mimbar kemudian shalat. Jum’atan pun selesai dan para jamaah pulang. Sementara hujan terus turun hingga jum’at berikutnya. Ketika Rasulullah khutbah lagi, banyak orang yang angkat suara lagi seraya berkata kepada beliau, “(Sekarang) rumah-rumah rusak dan jalan tertutup. Berdo’alah agar Allah menahan hujan dari kami!” Rasulullah tersenyum kemudian mengumandangkan do’a, “Ya Allah, turunkan hujan di sekitar kami, jangan kepada kami.” Akhirnya kota Madinah menjadi terang, tetapi turun hujan di sekitarnya.” (12)

Ketiga, berkenaan dengan pelengkap dan sangat baik untuk diterapkan sebagai sikap ittiba’ kepada beliau

1. Rasulullah menyampaikan khutbah di atas mimbar.

Sebelum dibuatkan mimbar, Rasulullah menyampaikan khutbah dengan bersandar di atas pangkal pohon kurma. Diriwayatkan oleh Jabir bin Abdillah, ia berkata: “Awalnya Rasulullah berdiri di sebuah pangkal pohon ketika menyampaikan khutbah. Setelah sebuah mimbar diletakkan di atasnya, kami mendengar rintihan dari pangkal pohon tersebut seperti suara unta-unta bunting kesakitan karena hampir beranak. Akhirnya, Rasulullah turun dan meletakkan atau mengusapkan tangannya ke pangkal pohon tersebut.” (13)

Al-Hasan rahimahullah menangis ketika menyampaikan hadits ini seraya berkata, ”Wahai hamba-hamba Allah, sepenggal kayu merintih karena rindu kepada Rasulullah sebagai orang yang kedudukannya dekat dengan Allah. Maka, kalian (wahai umat manusia) lebih berhak merindukan untuk bertemu dengannya.” (14)

2.  Mimbar Rasulullah terdiri dari tiga tingkat (undakan).

Ketika khutbah, Raulullah naik mimbar. Beliau berdiri di tingkat yang kedua dan duduk di tingkat yang ketiga, sebagaimana dalam riwayat hadits panjang yang disampaikan oleh Anas bin Malik. Di dalam hadits itu terdapat ungkapan,  “kemudian Rasulullah dibuatkan sebuah mimbar yang memiliki dua tingkat dan beliau duduk di tingkat ke tiga.” (15)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, “Keadaan mimbar dengan tiga tingkat tersebut terus berlangsung hingga ditambah tiga tingkat lagi dari bawah oleh Marwan pada kekuasaan Mu’awiyah.” Ibnu Najjar berkata, “Hal itu terus berlangsung kecuali ada perbaikan sedikit-sedikit hingga terjadi kebakaran yang menghabiskan masjid Madinah pada tahun 654 H. Kemudian Al-Muzhaffar, penguasa Yaman, membuat mimbar baru pada tahun 646 H. Setelah dua puluh tahun, Az-Zhahir Bibris mengirimkan mimbar baru. Maka, digantilah mimbar Al-Muzhaffar dengan mimbar ini. Hal itu terus berlangsung hingga diganti dengan mimbar baru yang dikirim oleh raja Al-Muayyid pada tahun 820 H.” (16)

3. Rasulullah memegang tongkat atau busur panah ketika khutbah.

Diriwayatkan dari Al-Hakam bin Hazan al-Kulafi, ia berkata: “Aku datang kepada Rasulullah dalam rombongan tujuh atau sembilan orang. Kemudian masuk kepadanya dan berkata: “Wahai Rasulullah, kami berkunjung kepadamu. Berdo’alah kepada Allah agar kami diberi kebaikan.” Kami dipersilakan duduk dan kami pun diberi hidangan kurma. Kami tinggal di Madinah beberapa hari. Di sana kami ikut shalat jum’at bersama Rasulullah. Ketika khutbah, beliau berdiri dan bertelekan tongkat ataupun busur panah. Beliau memuji Allah dan menyampaikan ungkapan ringan yang baik dan penuh berkah, kemudian beliau mengatakan, “Wahai manusia, kalian tidak akan mampu melakukan segala yang diperintahkan kepada kalian. Akan tetapi, luruskanlah usaha kalian dan bergembiralah.”(17)

Maroji (Referensi)

  • (1) HR. Muslim dan Imam Ahmad dan dishahihkan oleh Syekh Albani, Shahih Muslim, Kitab: Al-Jum’ah, Bab: Meringankan Shalat Sunnah Ketika Imam Sedang Khutbah.
  • (2) HR. Bukhari dan Muslim
  • (3) HR. Muslim, Kitab: al Jum’ah, Bab: Meringankan Shalat dan Khutbah, 2/592
  • (4) Al Minhaj ‘ala Syarh Muslim, 6/155-156
  • (5) HR. Bukhari, Kitab: Al Jumu’ah, Bab: Duduk Antara Dua Khutbah di Hari Jumu’ah – Fathul-Bari 2/406
  • (6) HR. Abu Dawud, Sunan Abu Dawud: 1/240 Hadits ini dianggap hasan oleh Syekh Albani.
  • (7) HR. Al-Baihaqi, Al-Mu’jamul-Ausath: 3/205
  • (8) HR. Muslim, Shahih Muslim, 2/594
  • (9) Zadul-Ma’ad, 1/191
  • (10) HR. Muslim, Kitab: Al-Jum’at, Bab: Shalat Tahiyatul-Masjid ketika Imam sedang Khutbah, 2/596
  • (11) HR. Muslim, Kitab: Al Jum’ah, Bab: Mengajari di saat Khutbah, 2/597
  • (12) HR. Bukhari, Shahih Bukhari, 1/346
  • (13) A’lamul-Hadits, 1/582
  • (14) Musnad Abu Ya’la, 5/143
  • (15) HR. Ad-Darimi, Sunanud-Darimi, 1/25
  • (16) Fathul-Bari, 2/399
  • (17) Zadul-Ma’ad, 1/189

*) Ketua Dewan Syariah Wilayah (DSW) PIPPKS Arab Saudi

Sumber : PKS Arab Saudi

Posted in Tarbiyah | Tagged Jumat, Khutbah, Rasulullah, Tuntunan | Leave a response

Proyeksi Politik PKS 2014

By admin on 28-01-2011

Partai Keadilan Sejahtera adalah partai tengah yang menjadi anggota Sekretariat Gabungan Koalisi Partai Politik Pendukung Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Boediono. Namun, bukan berarti kader-kader PKS di parlemen tidak kritis kepada pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bagaimana sesungguhnya posisi PKS terhadap pemerintahan?

Berikut pandangan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dalam wawancara dengan Kompas di Kantor DPP PKS di kawasan Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu:

Bagaimana mekanisme penjaringan pemimpin di PKS?

Kami mengawali gagasan penjaringan. Jadi, semua partai harus mulai menjaring siapa tokoh internal yang layak orbit biar diadu di lapangan. Kalau di sistem parlementer, kan, harus fight dulu, kita, sih, kan, enggak. Namun, setidaknya, biarkan orang lain tahu. Jangan last minute tiba-tiba muncul. Kita enggak punya pilihan lain, terpaksa memilih. Ironis kalau begitu.

Pilpres 2014 sudah dekat. Apa yang dilakukan parpol-parpol untuk kepemimpinan nasional?

Kita sudah matang berdemokrasi karena sudah 12 tahun lebih kita reformasi dengan keterbukaan, dengan sikap masyarakat yang diberi akses langsung, tak disekat-sekat seperti masa Orba. Saya kira sudah cukuplah. Kita berharap ke depan tokoh-tokoh kita benar-benar yang sudah teruji di lapangan, terbukti sukses, punya rekam jejak dalam menyelesaikan berbagai masalah.

PKS punya persiapan pada 2011?

Kami mengevaluasi dan mencoba melihat potensi dan semacam penelusuran bakat. Ada enggak yang punya bakat. Harus kita lihat dari berbagai aspek, dari sisi wawasan, kemampuan, kapasitas eksekusinya, dan sebagainya. Dengan demikian, bukan hanya PKS, kita berharap semua elemen bangsa mengorbitkan.

Tahun 2011, saya berharap masing-masing mengelus, memunculkan jagonya. Jadi, kita lontarkan semuanya, jangan malu-malu menyebutkan. PKS memang belum ada yang disebut. Bukan malu-malu, kami belum siap, mengukur, tahu dirilah.

Namun, PKS sangat diperhitungkan dan sangat merepotkan. Misalnya di Setgab?

Seluruh partai koalisi sudah teken kontrak politik dengan Pak SBY, satu di antaranya membentuk forum untuk membicarakan masalah nasional. Setelah satu tahun muncullah Setgab. Ini, kan, bagus. Namun, kemudian di lapangan ada evaluasi terhadap kinerja Setgab. Tujuannya untuk memperbaiki kinerja koalisi. Ini, kan, subordinatnya, bukan koalisinya.

Kita berharap dengan efektifnya pola manajemen di Setgab, koalisi menjadi semakin kuat. Namun, begitu dilontarkan evaluasi terhadap kinerja Setgab, seolah-olah kita ini akan memorakporandakan koalisi. Ini, kan, cara berpikir terbalik.

Kalaupun ada lontaran yang menohok, itu bukan dalam rangka menghantam. Ini, kan, institusi yang dibuat oleh koalisi. Ini yang dibenahi. Masak pintu rusak, bangunannya dirobohin? Benerin saja pintunya, gemboknya, kuncinya diperbaiki. Apakah kalau sudah bersama enggak saling mengkritisi? Suami-istri saja saling mengkritisi. Kan, biasa saja.

Mekanisme itu tidak pernah dibahas?

Tidak pernah. Makanya, itu yang kami kritisi. Harusnya ada pola yang lebih efektif dan efisien. Jangan kita dikaget-kagetkan dengan isu. Tiba-tiba, Setgab sudah sepakat dengan pemerintah. Kapan kita bertemu?

Memang di Setgab partai-partai anggota tidak diajak ngobrol?

Itu sudah ramai dibicarakan. Pak Anis (Matta, Sekjen PKS) pernah bilang, Setgab seharusnya jadi dapur. Jadi, harus digodok bersama. Setelah kita menggodok dan seluruh aspirasi diungkapkan, lalu kemudian kita melontarkan konsensus, semuanya sudah share dalam menggodok. Bukan sebelum matang lalu disajikan. Nanti orang yang makan bisa sakit perut.

Setelah kontrak selesai 2014, rencananya seperti apa?

Ya, sudah, kan, kita per lima tahun saja.

Apakah akan mencalonkan sendiri atau berkoalisi?

Kita lihat konstelasi politik ke depan. Biasanya siapa partai pemenang pemilu, komposisi partai-partai seperti apa. Terus sekarang kita mungkin akan mulai meluncurkan tokoh-tokoh, pilihannya itu. Dulu kita meluncurkan delapan kandidat, yang siap mendampingi siapa pun. Namun, delapan kandidat enggak ada yang laku, ya, sudah. Kita rasional saja.

Ada rencana lain? Misal kalau PKS menang, ada tokoh ini, kalau kalah, tokoh lainnya?

Pada akhirnya pasangan capres-cawapres ada unsur chemistry juga. Jadi, enggak bisa subyektif, kita yang memaksakan. Pada akhirnya mereka pilih sendiri-sendiri. Yang penting orbit dulu. Biarkan kinerjanya dibaca orang, biarkan berinteraksi, nanti tinggal kita lihat. Dulu berapa banyak yang ingin dilamar menjadi cawapresnya Pak SBY, tetapi tak ada satu pun yang dipilih. Justru yang dipilih orang yang sama sekali tidak pernah diorbitkan. Ya, sudah, chemistry-nya dengan dia.

Demokrasi sekarang karut-marut, banyak transaksional. PKS, kan, bagian dalam demokrasi itu. Bagaimana memperkuat demokrasi atau mengeliminasi dampak demokrasi itu?

Itu dia, ini sekarang ada sisi-sisi kelemahan yang harus dicarikan solusinya bersama. Seperti popularitas dan peran media untuk mengorbitkan seseorang, kadang-kadang, kan, ada yang berdasarkan rekam jejak dan kapabilitasnya sehingga dia dijagokan oleh media, ada yang karena ada aktivitasnya. Ada pula yang karena kemampuannya membayar iklan.

Nah, harusnya menurut saya pribadi yang dua pertama ini; karena itu memang assessment dari media tentang kapasitas dan kapabilitas atau karena aktivitas dia di lapangan sehingga diliput, ini yang harus jadi prioritas. Kalau iklan, kan, karena punya duit. Bayarnya, kan, mahal. Kalau dimaknai bahwa popularitas dan elektabilitas itu base on activity, itu akan menarik.

Namun, kalau base on iklan, itu beda. Kalau iklan, bergerak pun diatur, pencitraan. Kan, enggak beda kita dari bintang sinetron. Diatur, diajari cara akting. Karakternya bukan dia, tetapi supaya berkarakter seperti itu. Nanti kalau sudah selesai, ya, sudah kembali ke asal. Ya, ini menurut saya sisi yang harus dibenahi supaya demokratisasi kualitasnya semakin tinggi.

Peta politik ke depan ini akan seperti apa? Butuh pemerintah atau pemimpin yang kuat, kan?

Saya rasa, untuk Indonesia dengan teritorial yang sedemikian luas serta dengan bangsa dan rakyat yang sedemikian banyak, kita tidak bisa mengandalkan kepada person, tetapi kerja kolektif, tim, dari berbagai kemampuan.

Sumber :  kompas

Posted in Aktual, Berita, Indonesiaku, Kiprah | Tagged Luthfi Hasan Ishaaq, pks, politik, Presiden PKS, Proyek | Leave a response

PKS Bidik Tiga Besar pada Pemilu 2014

By admin on 27-01-2011

Pemilu 2014 masih tiga tahun lagi. Namun, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah melakukan konsolidasi mulai tingkat pusat hingga ranting. Diharapkan, konsolidasi tersebut akan dapat meningkatkan perolehan suara PKS.

‘’Dalam pemilu nanti, kami targetkan memperoleh suara tiga besar,’’ ujar salah seorang anggota DPR RI dari PKS, Mahfudz Siddiq.

Dengan perolehan suara tiga besar, lanjut Mahfudz, maka PKS bisa mengajukan calon presiden sendiri. Karena itu, sejak saat ini PKS berkonsolidasi guna memperluas dukungan dakwah, social, dan politik.

Pria yang terpilih dari daerah pemilihan VIII Jawa Barat itu menyatakan, dari hasil konsolidasi itu, pihaknya akan melaksanakan musyawarah cabang di tingkat kecamatan. Ditargetkan, kepengurusan cabang di tingkat kecamatan dan tingkat ranting desa/kelurahan telah terbentuk pada pertengahan Februari 2011.

Setelah kepengurusan itu terbentuk, lanjut Mahfudz, pihaknya akan menggelar sejumlah agenda yang telah direncanakan. Pada Februari, akan dilaksanakan musyawarah kerja nasional (mukernas), bulan Maret musyuawarah kerja wilayah (mukerwil), dan bulan April-Mei dilaksanakan musyawarah kerja daerah (mukerda).

‘’Dalam mukernas, akan difokuskan pada penyusunan program tahunan dan program kerja lima tahun mendatang,’’ tegas Mahfudz.

Sumber :  Republika

Posted in Aktual, Berita, Indonesiaku, Kiprah | Tagged mukerda, Mukernas, Pemilu 2114, pks, program | Leave a response

PKS: Demokrat Terlalu Paranoid

By admin on 27-01-2011

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai tindakan anggota Fraksi Partai Demokrat (FPD) menarik diri dari dukungan hak angket perpajakan terlalu berlebihan.

“Saya kira tidak perlu paranoid biasa saja,” kata Sekjen PKS Anis Matta kepada INILAH.COM, Jakarta, Kamis (27/1/2011).

Menurut Anis, Demokrat harusnya tidak menggangap pengajuan hak angket perpajakan sebagai serangan untuk pemerintah.

“Saya tidak mengerti apa alasannya, karena menurut saya hal-hal seperti ini tidak perlu diangkat sebagai serangan terhadap pemerintah,” ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, yang perlu dilihat adalah objektifnya. Negara ini sepenuhnya hidup dari pemasukan pajak.

“Jadi apapun gangguan dari pajak adalah gangguan terhadap hidup kita, itu menyangkut sumber pendapatan negara, terlepas siapa pelakunya. Dan ini tidak usah dianggap sebagai masalah politik,” jelasnya.

Menurut Anis, akhir dari hasil pansus hanya berupa rekomendasi. Rekomendasinya bisa macam-macam, salah satunya adalah regulasi reformasi UU Pajak.

Seperti diberitakan, dari delapan anggota FPD yang ikut membubuhi tanda tangan terkait hak angket perpajakan, tujuh anggota FPD pada Rabu (26/1/2011) menarik diri secara resmi dengan mengirimkan surat pengunduran diri kepada pimpinan DPR.

Dari 30 politisi yang mengajukan hak angket perpajakan, kini hanya tinggal 23 politisi. Karena dinilai tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan, dimana pengajuan hak angket harus memenuhi sekurang-kurangnya mencapai 25 orang, maka pimpinan DPR mengembalikan surat permohonan pengajuan hak angket perpajakan, untuk dilengkapi jika tetap mengajukan hak angket.

Sumber : inilah.com

Posted in Aktual, Berita, Indonesiaku, Kiprah | Tagged Angket, Anis Matta, Demokrat, Pajak, Paranoid, Pemerintah, pks | Leave a response

« PreviousNext »
  • Berita Terbaru
  • Kategori
  • Tags
  • International Conference 2011
  • Idul Fitri 1432 H
  • Ramadhan Mubarak
  • Berita Duka
  • Turut Berduka Cita
  • Totalitas Penebus Dosa
  • PKS Tunggu Pembahasan UU Pemilu
  • Memimpin dengan Kelapangan Dada
  • Tunisia dan Hipokrasi Barat
  • Dua Kecelakaan Angkutan Umum Dalam Sehari, PKS Desak Menhub Mundur
  • Album Foto
  • Berita
    • Aktual
    • Lawas
  • Indonesiaku
  • International Conference
  • Kiprah
  • Live in Holland
  • Pemilu
    • CALEG KITA
  • Tarbiyah

3M ali alatas Angket Anis Matta Bank belanda Berita bersih bersihkan century coblos diplomasi dpr fealy greg hati hilman rosyad home ibu idul adha iklan indonesia kartu ucapan korupsi koruptor kpu malaysia munas nl Pajak partai partai keadilan sejahtera pemilu peserta pilih pip pks belanda pks pk sejahtera politik profesional qurban sang SBY tertonjok UNDANGAN

International Conference 2011

Tags

3M ali alatas Angket Anis Matta Bank belanda Berita bersih bersihkan century coblos diplomasi dpr fealy greg hati hilman rosyad home ibu idul adha iklan indonesia kartu ucapan korupsi koruptor kpu malaysia munas nl Pajak partai partai keadilan sejahtera pemilu peserta pilih pip pks belanda pks pk sejahtera politik profesional qurban sang SBY tertonjok UNDANGAN

Komentar Terbaru

  • Mizan: SUBHANALLAH…. semoga Allah semakin membesarkan dakwah ini…… salam dari kampung halaman...
  • bayu: mohon ijin buat share
  • Azis Malik Madv: salam kenal buat ikhwah PIP PKS Netherland salam Ukhuwah… kapan kang Didin fahrudin,...
  • Brian: Bagus..
  • irawan: Ass.wr.wb..bapak yang terhormat, bagaimana cara penerapan wilayah bebas korupsi (WBK)untuk dinas/badan dalam...

Arsip

  • October 2011
  • August 2011
  • July 2011
  • May 2011
  • March 2011
  • February 2011
  • January 2011
  • June 2010
  • May 2010
  • March 2010
  • August 2009
  • April 2009
  • March 2009
  • February 2009
  • December 2008
  • November 2008
  • October 2008
  • September 2008
  • August 2008
  • July 2008

Admin

  • Log in
  • Entries RSS
  • Comments RSS
  • WordPress.org

Copyright © 2012 PIP PKS Belanda.