Seperti kebakaran jenggot para petinggi PDI-P, Golkar, dan PD menanggapi negatif iklan PKS yang berjudul “Satu Bendera”. Iklan berdurasi 30 menit tersebut seolah telah menonjok mereka dan menyadarkan mereka akan kreatifitas anak-anak muda yang berada di PKS.
Iklan yang diambil dari potongan-potongan klipping koran tersebut ditanggapi dengan tudingan bahwa PKS telah memfitnah mereka. Padahal menurut Presiden PKS Tifatul Sembiring, iklan tersebut berdasarkan fakta.
Sedangkan menurut pengamat sosial politik internasional Didin Fahrudin, perilaku para petinggi ketiga parpol tersebut kurang dewasa dalam menyikapi efek dari demokrasi.
“Semestinya mereka tidak perlu tersinggung karena toh yang diiklankan PKS bukan kampenye hitam atau fitnah tetapi berdasarkan koran ” ujar Didin di Den Haag, 15 Februari 2009 menanggapi maraknya pemberitaan iklan PKS ini.
Didin malah menyarankan agar partai-partai tersebut, jika mau menuntut , sebaiknya tuntutan tidak ditujukan kepada PKS.
“Mereka tuntut saja koran-koran yang dijadikan rujukan atau bahan iklan oleh PKS tersebut, kalau tuntutan ditujukan ke PKS rasanya kurang tepat ” tambahnya lagi.
Disisi lain, PKS mengeruk keuntungan tersendiri dengan penayangan iklannya. Memang patut diakui daya kreatifitas PKS dalam beriklan selalu ‘nonjok ” memberikan inspirasi bagi mereka-mereka yang mau beriklan tetapi cekak dana. Sekali lagi PKS telah menunjukan bagaimana berpikir out of the box.
Source : Kabarindonesia.com, 150209

Komentar Terbaru