Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia seharusnya bisa mencapai 12 persen dalam lima tahun.
“Target pertumbuhan ekonomi 12 persen kita mampu dan bisa berubah. Kita punya kesempatan dan punya sumber daya alam yang cukup,” kata Tifatul Sembiring usai diskusi “Pengusaha Bertanya, Parpol Menjawab” di Jakarta, Jumat.
Sektor yang dapat menjadi andalan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia antara lain perikanan, perkebunan, pertanian dan kewirausahawanan.
Terkait krisis ekonomi yang terjadi, Tifatul mengatakan pemerintah harus mengutamakan pengamanan pasar domestik untuk menyelamatkan industri dalam negeri.
“Bagaimana menjaga impor dan membatasi pelabuhan masuk untuk impor yang menggerus daya saing. Memang ada WTO, tapi kita bisa membatasi pelabuhan impor supaya belanja dalam negeri kita supaya lebih besar,” tuturnya.
Menurut dia, pasar domestik Indonesia yang besar harus dimanfaatkan oleh industri dalam negeri.
Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko menilai PKS lebih unggul dalam kebijakan ekonomi jangka panjang dan menengah daripada PDIP.
“Tapi untuk jangka pendek, PKS kelihatannya agak loss, misalnya UU No.13 dan amnesti pajak, sepertinya mereka tidak paham,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Benny Soetrisno mengatakan cukup puas dengan visi dan misi bidang ekonomi yang dipaparkan PKS dan PDIP dalam diskusi hari pertama itu.
“Jangka pendek mereka belum bisa menjawab duanya. Tidak ada yang konkret dan lebih banyak bahasa politik,” ujarnya.
Oleh karena itu, siapapun yang memerintah nantinya perlu periksa selalu implementasi visi dan misinya.(*)
source: antara 28.2.09

Komentar Terbaru