
Tak kurang dari tigapuluh ribu kader PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ‘memutihkan’ Kabupaten Klaten. Massa membludak dalam kampanye terbuka perdana di Dapil (Daerah Pemilihan) V — Kabupaten Klaten, Kota Solo, Kabupaten Boyolali- dan Kabupaten Sukoharjo — di Stadion Trikoyo, Rabu (18/3).
Kapasitas Stadion Trikoya hanya mampu menampung 20 ribu orang. Saking banyaknya massa berkustum serba putih, hingga membludak sepanjang jalan raya, dan ruas jalan menuju stadion. Arus lalu-lintas macet total dipenuhi massa dan kendaraan roda dua dan empat.
Kampanye perdana PKS tetap mengusung kader caleg DPR RI nomor urut satu, Hidayat Nur Wahid (HNW), yang juga Ketua MPR RI. Massa PKS berjuang untuk meloloskan HNW ke senayan. Dapil V tergolong ‘partai neraka’. Di sini sejumlah tokoh bersaing ketat. PDI Perjuangan berjuang keras meloloskan Putri mantan Presiden Megawati, Puan Maharani. PPP mengusung mantan pebulutangkis internasional, Icuk Sugiarto, Partai Demokrat ada GRAy Koes Moertiyah dan mantan Wakil Ketua DPR RI, Zaenal Ma’arif.
Kehadiran seniman tradisional, Yatti Pesek dipanggung kampanye menjadi daya tarik massa tersediri. Seniman serbabisa kebetulan tetangga HNM di Kampung Kebondalem, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. ”Kenapa saya sekarang bersama PKS. Gelora semangat demi bangsa untuk PKS,” teriak komedian berhidung tidak mancung ini lantang.
Yatti Pesek tampil ala koboy. Ia mengenakan celana jins dan baju hitam. Topi laken yang dikenakanpun juga warna hitam. Sepatu kulit berhak tinggi yang mengganggu dia tampil energik diatas panggung. Massapun berteriak memanggil-manggil pesek. Yati pun menyahut tahu arti Pesek, ”Pesek itu partai sekahtera keadilan”. Dan, massa yang memadati stodion menyambut tawa geee…r.
Pelatun lagu-lagu religius, Oppie, menambah maraknya stadion dalam cuaca segar lantaran semburan air //water canon// dari mobil pemadam kebakaran. Oppie dengan penampilan khas jubah dan surban yang melilit kepala warna putih. ”Saya yakin yang hadir disini orang orang yang soleh dan salehan. Jadi, semuanya ahli surga,” tutur Oppie diawal sambutannya. Dan, ucapan itu berlanjut dengan permintaan massa untuk duduk bersama.
Dalam posisi massa duduk, Oppie melantunkan lagu-lagu penyejuk jiwa. Seperti, Tombo Ati , Sholawat ,dan pembacaan kalimat thayibah, Bersujud . Dan, lagu pungkasan Oppie berduet bersama HNW dan diikuti massa yang memenuhi stadion. Sejumlah Caleg DPR RI, DPRD I dan DPRD II mengikuti dibelakangnya.
HNW tak banyak menyampaikan pidato ketika berada dipanggung utama. Ia didampingi tokoh yang mewakili komunitas wong ndeso, kumunitas sahabat hidayat, dan komunitas Punakawan.
HNW optimistis, perolehan suara PKS bertambah cukup signifikan. Kalau perolehan suara memadai, maka wakil yang di dewan pun juga representatif\. Sehingga mampu berbuat banyak demi bangsa dan rakyat Indonesia. Kalau dalam pemilu 2004 Dapil V melolaskan satu kader DPR RI, diharapkan Pemilu 2009 meloloskan dua, syukur tiga kadernya.
Ia mengajak seluruh kontestan peserta Pemilu untuk menggelar pesta demokrasi damai, jujur dan adil. Sehingga diharapkan membuahkan pesta demokrasi yang berkualitas. ”Kita tidak perlu melakukan kampanye hitam, menebar fitnah, mendzalimi orang lain. ”Kalau orang melakukan hal itu, justru rakyat meyakini dan mendukung demi kesebesaran PKS,” katanya.
HNW pun mengajak ribuan massa yang ikut kampanye terbuka untuk berbuat santun, tidak mengganggu ketertiban lalu-lintas. Kalau mengendarai sepeda motor harus pakai helm dan tak perlu melepas knalpot hingga menimbulkan suara memekakan telinga. – eds/ahi
Source : Republika.co.id, 18/03/09

Komentar Terbaru