Sohibul Iman, Konsultan yang jadi Caleg

Sohibul Iman, nama ini mungkin masih asing di telinga, namun tiba-tiba akhir tahun lalu namanya melambung di media setelah PKS memasukan namanya ke daftar delapan capres-cawapres PKS.

 
Lelaki yang terkenal ramah dan bersahaja ini dilahirkan di Tasikmalaya, Jawa Barat pada tanggal 5 Oktober 1965. Ia  senang dengan kegiatan organisasi, mungkin karena itulah aktifitas organisasi ia  jalani mulai sejak SD, SMP, dan SMA (Pramuka dan OSIS), kemudian dilanjutkan dalam kegiatan ekstra kurikuler di perguruan tinggi.
 
Meskipun sempat kuliah di IPB hanya  sampai semester 3 namun  seluruh pendidikan tinggi (S1-S3) bisa ia selesaikan di Jepang. Aktifitas-aktifitas organisasi yang dijalaninya  sejak semasa mahasiswa hingga kini selalu ia  landasi dengan niat dan motif kuat untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan bingkai Keagamaan (Keislaman) yang dipadukan dengan konteks Kekinian (Kemodernan) dan Kedisinian (Keindonesiaan).
 
Ada beberapa organisasi yang tercatat ia ikut terlibat didalamnya seperti ISTECS (Institute for Science and Technology Studies), YPNF (Yayasan Pendidikan Nurul Fikri), HSF (Hokuriku Scientific Forum), MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia), YIT (Yayasan Inovasi Teknologi), dan lain-lain. Selain itu juga terlibat dalam organisasi-organisasi profesi, seperti ISSS (International Society for System Sciences), JSSPRM (Japan Society for Science Policy and Research Management), IEEE (Institute of Electric and Electronics Engineers), dan lain-lain.
Setelah reformasi tahun 1998 ia bergabung dengan PK (Partai Keadilan) dan diamanahi sebagai Ketua Departemen IPTEK-LH DPP PK. Selanjutnya sejak tahun 2005 hingga sekarang diamanahi sebagai Ketua DPP PKS bidang Ekuintek (Ekonomi, Keuangan, Industri, dan Teknologi). Amanah yang berat tapi berkat bantuan dan kerjasama dengan teman teman nya  disekitar nya , sampai saat ini masih bisa ia bisa menjalankan amanah itu dengan baik .
 

PENGALAMAN

 Sohibul Iman  memiliki banyak pengalaman dalam beragam profesi dengan spesialisasi dalam bidang Kebijakan Teknologi dan Industri (aspek makro) dan Manajemen Inovasi dan Pengetahuan (aspek mikro). Lama bekerja pada lembaga teknologi pemerintah, perguruan tinggi, dan perusahaan konsultan. Ia Pernah menjadi PNS di Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) dan BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) untuk kemudian mengundurkan diri.

 Selama tugas di PNS itu ia banyak menangani proyek-proyek penelitian terutama terkait kebijakan teknologi dan industri, juga terlibat pada program-program reformasi, restrukturisasi, dan revitalisasi lembaga-lembaga ini. Di dunia akademik, selain berpengalaman sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi, juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina, Jakarta. Juga sebagai konsultan hak paten telah banyak menangani drafting, penelusuran, dan aplikasi hak paten dari berbagai perusahaan dalam negeri maupun luar negeri.

 LATAR BELAKANG PENDIDIKAN

2004    : Ph.D. dari Graduate School of Knowledge Science,
Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST)
1994    : Master of Engineering dari Takushoku University, Tokyo
1992    : Bachelor of Engineering dari Waseda University, Tokyo
1987 – 1988     : Kursus Bahasa Jepang di Center for Foreign Language Studies, Takushoku University, Tokyo
1985 – 1987    : Mahasiswa IPB sampai Tingkat 2, berhenti karena mendapat beasiswa ke Jepang

 

SEBAGAI Calon Anggota Legislatif (CALEG) DPR RI

 

 

Karena kapasitas dan pengalaman organisasinya yang mumpuni Sohibul Iman di amanahi oleh kader dan simpatisan PKS  menjadi calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI. Amanah tersebut menurutnya harusdi tunaikan dengan sebaik-baiknya, Namun ia  sadar amanah ini besar tersebut  akan sanggup dijalankannya  tanpa bantuan banyak pihak.

 Sebagai Caleg yang maju melalui PKS tentu Sohibul Iman sadar bahwa ia  harus memperjuangkan Visi PKS. Sesuai Platform Kebijakan Pembangunan PKS yg diluncurkan pada tanggal 20 April 2008 Visi PKS adalah ”Mewujudkan Masyarakat Madani yang Adil, Sejahtera, dan Bermartabat”. Masyarakat Madani adalah masyarakat yang maju secara peradaban material, sekaligus kokoh dalam peradaban spiritual. PKS mendambakan Indonesia yang maju seperti negara-negara Barat dan Jepang.

 Dan Ia yakin kemajuan semacam itu tidak akan memberi kebahagiaan hakiki bila tidak diikuti kekokohan spiritual. Kami mengambil pelajaran dari apa yang terjadi pada negara-negara maju tersebut. Apabila Ia terpilih , ia akan menjabarkan tiga misi yaitu berjuang bersama Menegakkan Moralitas Bernegara, Membangun Kemandirian Ekonomi dan Mengembangkan Budaya Maju.

 Menurut Caleg nomor urut satu di Dapil dua DKI Jakarta ini Masyarakat Madani yang Adil tidak mungkin tercapai manakala para penyelenggara negara (pemangku otoritas) tidak memiliki moralitas yang baik. Moralitas ini bukan hanya yang berdimensi ritual dan susila, tapi juga yang berdimensi sosial dan profesional.

 Demikian pula menurutnya  Kesejahteraan Rakyat tidak mungkin tercapai kalau kita tidak memiliki kemandirian ekonomi. Kemandirian di sini bukan berarti mengisolasi diri dari pergaulan internasional, tapi bagaimana kita memiliki dignity dalam pengelolaan sumber daya dan pembangunan ekonomi kita, tidak didikte oleh kepentingan-kepentingan asing. Dan tentu saja Masyarakat yang Bermartabat tidak mungkin terealisir kalau kita tidak memiliki budaya maju. Budaya maju itu diantaranya adalah etos kerja, menghargai waktu, disiplin, tertib (social order), kesetia-kawanan sosial, dsb.

 Selamat mencentangnya !

Leave a Reply